Wartapos.id, Lumajang![]() Dengan berbekal sejumlah alat seperti linggis, tang, dan catut, kemarin (13/10) Bupati Lumajang Drs.As’at, M.Ag dan Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriono M.Kes bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Lumajang menyusuri pusat kota Lumajang untuk mencabuti paku yang menempel di pohon. Mereka dibagi ke beberapa area, yaitu area sekitar Alun-alun Lumajang, Jl. Kyai Ilyas, Jl. Ahmad Yani, Jl. PB. Sudirman, Jl. Letjen Sutoyo, Jl. Suwandak, Seputaran Wonorejo, Seputaran Jalan Veteran, Jl. Panjaitan, Jl. MT. Hariyono. Aksi cabut paku ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan memberi contoh kepada warga agar ikut menjaga lingkungan dengan tidak menancapkan paku ke pohon. Dalam kesempatan tersebut Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag kepada sejumlah awak media mengatakan pohon juga makhluk hidup yang selama ini sangat bermanfaat bagi manusia sebagai penghasil oksigen. “Mari kita semua untuk turut serta menjaga dan memelihara lingkungan dengan peduli terhadap lingkungan sekitar, misalnya menjaga agar pohon tidak dipaku dan ditebang sembarangan, mengingat pohon sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup kita sepanjang masa”, ujar Bupati As’at. Lebih lanjut Bupati Lumajang menegaskan bahwa Aksi cabut paku tersebut rencananya akan dilakukan bertahap dan terus dilakukan untuk membersihkan paku yang ada di pohon. Harapannya pohon berfungsi sebagai peneduh dan memberi manfaat bagi kita bisa tetap terjaga dan bebas dari paku. Bupati juga mengingatkan kepada seluruh jajaran pegawai di Pemerintah Kabupaten Lumajang, “jika menemukan banner/baliho baik terkait pemerintahan atau tidak yang di paku di pohon tepi jalan protokol agar segera di lepas, atau dilaporkan kepada pihak yang berwenang, karena hal tersebut menyalahi aturan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi rusaknya pohon, yang kemudian bisa tumbang, seperti kejadian beberapa waktu yang lalu di beberapa tempat”. Jelasnya. Dari aksi yang dilaksanakan kemarin pagi ini, setidaknya terkumpul sekitar lima kilogram paku dengan berbagai ukuran. Pihaknya juga akan mengampanyekan kepada masyarakat yang memasang baliho dan poster agar tidak lagi menggunakan paku, tapi diganti dengan mengikat menggunakan kawat. (Kmf/nzr) |






