Lumajang

Kejaksaan Negeri Lumajang Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke 56

Wartapos, Lumajang
Kejaksaan Negeri Lumajang Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke 56 tahun yang dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Lumajang, selasa (13/6). Rangkaian acara kali ini digelar dalam bentuk tasyakuran dengan berbuka puasa bersama yang yang dihadiri oleh Bupati Lumajang Drs. As’at, M.Ag., dan keluarga besar Kejaksaan Negri Lumajang serta para mitra kerja.

Bupati Lumajang memberikan sambutan
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan beberapa hal terkait dengan presentasinya tentang adipura di Jakarta beberapa waktu lalu. Bupati menyatakan optimis, Lumajang akan mampu mendapatkan penghargaan Adipura yang kesekian kalinya. Bupati menyampaikan bahwa dalam minggu ini akan melakukan presentasi terkait Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD). Dalam hal ini bupati menginformasikan ada sekitar 500 Kabupaten nominator. Kabupaten Lumajang saat ini menduduki nominasi peringkat ke 8 besar.

Bupati menjelaskan beberapa titik di Kabupaten Lumajang, Kelurahan Ditotrunan masuk dalam penilaian terbaik, karena masuk dalam kategori kelurahan mandiri.Sementara itu, Desa Denok dan Desa Gucialit jugatermasuk nominasi nasional yang berkaitan dengan tata lingkungan. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Lumajang sudah berubah ke kehidupan yang peduli kepada lingkungan.

“Kita dilahirkan adalah untuk berbhakti, kita dilahirkan untuk berguna buat orang lain”, ujar Kepala Kejaksaan Negeri, Teuku Muzafar, S.H, M.H saat mengawali sambutannya. Menurutnya peringatan hari Bhakti Adhyaksa merupakan salah satu moment dimana Kejaksaan memberikan kontribusi bagi masyarakat Lumajang.

Lebih lanjut, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajangmenyampaikan kehadiran Bupati Lumajang dan Forkompimda Lumajang dalam acara tersebut merupakan salah satu bentuk kekompakan dan sinergritas Forkopimda, sehingga kekompakan ini harus selalu dijaga untuk saling mendukung program pemerintah.

Kajari menyampaikan fungsi penegak hukum adalahuntuk menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam berkehidupan, salah satu tolak ukur keberhasilan program pembangunan adalah penyelenggaarn hukum yang dapat terlaksana dengan baik. Dalam kesempatan itu, Kajari menyerahkan santunan kepada 25 anak yatim.(nzr/war)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button