Berharap Bantuan Polisi, Petugas Polsek Kalipuro Abaikan Pengaduan

Korban Begal Debtcollector ACC Jember Kecewa

Wartapos, Surabaya
10 orang Debt Collector PT. Astra Credit Company (ACC),Rampas paksa mobil korban seorang nenek-nenek hingga pingsan. Saat di Begal di sekitar SPBU Farly ketapang banyuwangi, dengan mengaku sebagai pasien ingin berobat pada korban bernama Lilik Yuliati (55).

Ketika ketemu ditempat sepi ternyata mobil korban langsung di Pepet oleh 2 mobil dan 1 sepeda motor,persis kejadian pelaku perampokan.

Korban perampasan Lilik Yuliati saat kebetulan ketemu Wartapos di Kantin bagian Reserse Kriminal Umum polda jawa timur, hendak melaporkan kejadian yang menimpanya pada bulan (8-Agustus-2016).

Lilik Yuliati korban Perampasan saat berphoto disamping mobilnya  ditempat penyimpanan kantor ACC, Jember setelah ditarik di banyuwangi.
Lilik Yuliati korban Perampasan saat berphoto disamping mobilnya ditempat penyimpanan kantor ACC, Jember setelah ditarik di banyuwangi.

Mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya tindakan polres banyuwangi,setelah di tunggu lama 9 bulan atas laporannya ke Polres Banyuwangi dengan nomor laporan polisi :TBL/319/VIII/2016/JTM/RES BWI.

Namun para debt collector yang membegal mobilnya belum juga di ambil tindakan,Sehingga Lilik pun malanjutkan laporannya Ke Polda Jatim dengan berharap para debt collector tersebut bisa di tangkap seperti yang di harapkannya.

Lilik yang pekerjaan sehari-harinya bisa mengobati dan melayani orang sakit,menuturkan awal kejadiannya pada Wartapos,ketika seorang yang menelpon dirinya dengan mengaku ingin orang tuanya di obati dan janjian ketemuan di perumahan ketapang.

Karena tidak ada rasa curiiga pun lilik mengiyakan janjian tersebut,Dan bersama anaknya Andi Rizal berangkat ke tempat lokasi yang dijanjikan.

Sesuai pembicaraan di telpon akan di tunggu di jalan lingkar ketapang dengan mengendarai sepeda motor,sekitar 100 meter arah barat dari SPBU Farly Ketapang Banyuwangi.
Saat di tengah perjalanan akan memasuki lokasi yang di janjikan,mendadak mobil yang di tumpangi lilik dengan anaknya Andi Rizal dicegat langsung oleh 10 orang lebih dengan mengendarai 2 unit mobil “Dengan nada memaksa hendak menyita mobil kami,saya bersama anak pun dibawa ke rumah kosong di perumahan ketapang”komentarnya sama dengan yang di tulis di salah satu media harian.

Beberapa dari kelompok debt collector tersebut memaksa anak lilik yaitu andi rizal agar menyerahkan kunci mobil dan STNKnya.

Dengan alasan sudah menunggak 3 bulan,Meski saat itu lilik berupaya untuk mediasi secara baik-baik dengan mengatakan bahwa sebelumnya lilik juga sudah berusaha ingin mengangsur 2 bulan dulu tapi di tolak.
Meski itikat baik lilik tersebut yang berniat membayar beberapa bulan dulu,namun tidak dihiraukan para debt collector, dan terus memaksa untuk menyita surat beserta mobil Toyota avanza warna abu-abu dengan nomor polisi P 1611 XA.
Karena terus di paksa lilikpun berupaya mencari ketua RT,namun ternyata mobil lilik pun sudah dibawa kabur saat itu oleh debt collector.

Hingga selanjutnya,sebagian dari debt collector bersama lilik beserta anaknya andi rizal pergi ke polsek kalipuro polres banyuwangi.

Dalam kondisi syok saat itu,lilik pun melaporkan ke petugas polsek kalipuro,sayangnya laporan lilik tidak di hiraukan oleh petugas katanya pada wartapos “Saya-pun bertanya-tanya ada apa ini,apakah ada permainan antara kepolisian dan ACC jember?”,tanya lilik pada petugas.

Beberapa hari selanjutnya karena masih trauma dengan kejadian tersebut,lilik pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banyuwangi untuk memohon bantuan dan minta keadilan.

Singkat ceritanya,Lilik pun kecewa saat melaporkan ke bagian Pidana Umum(PIDUM),Ketika di ruang PIDUM lilik malah di suruh mencari barang bukti terlebih dahulu.

Hal tersebut menambah kecurigaan lilik saat itu,”Menurut saya aneh ketika saya melapor tindak kriminal seperti yang di lakukan debt collector tersebut malah tidak langsung di tanggapi maupun di respon,malah cuek bebek”kesalnya.
Ketika hari itu di tanggal yang sama juga, lilik mencoba mengontak pihak ACC jember berulang kali namun tidak ada jawaban, Imbuhnya.

Terpisah,pengakuan lilik saat mendatangi kantor ACC Finance yang berkantor di jember untuk meminta keadilan,singkat ceritanya saat bertemu pimpinan ACC, dia merasa sangat kecewa saat itu”Koq saya di suruh bayar biaya penarikan saja sebesar Tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah,belum termasuk uang angsuran lagi”,Ungkapnya.
Sekedar informasi,terkait penarikan kendaraan Peraturan Kapolri No.8 Tahun 2011 Tentang Debt Collector dan Perusahaan Pembiayaan atau Leasing.

Bahwa YANG BERHAK MENGEKSEKUSI ADALAH PETUGAS YANG BERWENANG MENGEKSEKUSI SETELAH MELENGKAPI PERSYARATAN PELAKSANAAN EKSEKUSI ANTARA LAIN :

  1. LEMBAGA PEMBIAYAAN MENGAJUKAN PERMOHONAN EKSEKUSI PADA POLRI.
  2. MEMPUNYAI AKTA JAMINAN FIDUSIA (AKTA NOTARIS)
  3. TERDAFTAR DI KANTOR PENDAFTARAN FIDUSIA (DEP-KUM-HAM)
  4. MEMPUNYAI SERTIFIKAT JAMINAN FIDUSIA

Ditambah dengan aturan FIDUSIA yang berlaku atau sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor:130/PMK.010/2012.
Tentang kewajiban perusahaan multifinance :
Menurut Pasal 1 PMK No. 130/PMK.010/2012, Perusahaan Pembiayaan yang melakukan pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor dengan pembebanan jaminan fidusia wajib mendaftarkan jaminan fidusia dimaksud pada Kantor Pendaftaran Fidusia, sesuai undang-undang yang mengatur mengenai jaminan fidusia (pasal 1). (Jhon Saragih)