
Dia adalah Dulla (37) warga Klakah selatan Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang.
Apa yang ia lakukan tersebut didorong oleh rasa khawatir, akan takut lamanya tumpukan batu material tersebut berada di bahu jalan, sehingga mengganggu pengguna jalan pada umumnya.
“Khawatir lama dan sekarang hujan. Dari pada sebagaian hanyut air, saya ratakan,” ucapnya sambil beraktifitas.
Ditanya adakah pihak – pihak yang menanyakan atas apa yang ia lakukan, dimana sebenarnya tumpukan material itu merupakan bahan sebagai proyek pengerjaan pengurukan bahu jalan oleh pihak terkait, Dulla menjawab tidak ada.
Bahkan ia menambahkan, jika sebelumnya, urukan tanah dilokasi tempat ia beraktifitas itu, juga dirinya yang meratakan.
“Takut lama, tanah inipun saya yang meratakan. Tidak ada yang bertanya ini. Kenapa mau dikasi ongkos ya,” imbuhnya sambil tersenyum.
Diwaktu yang sama, saat itu ada juga seorang pria berjalan kaki, sambil mendorong sepeda motornya yang memuat rumput pakan ternak.
Tapi bukannya mogok, namun saat itu, pria paruh baya itu berkata, jika ia takut melajukan sepeda motor seperti biasanya dikarenakan kondisi bahu jalan yang menurutnya sulit dilalui.
Terpantau sebagian, tumpukan material urukan bahu jalan di tepian jalan raya Klakah Lumajang, nampak berserakan ke badan jalan raya.
Warga setempat berharap, dilokasi penumpukan material urukan bahu jalan itu, diberikan papan peringatan. Dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. (nzr/war)





