Uncategorized
Perselisihan Ketua Paguyuban Pasar VS Koordinator Pasar Yosowilangun Menuai Kontroversi

Lumajang Wartapos.id
Terkait santer nya pemberitaan mengenai ketua paguyuban pasar Yosowilangun Lumajang Jawa Timur, A.S di tantang “carok” Koordinator pasar Yosowilangun Z.H, beberapa hari ini disejumlah media masa menimbulkan tanya di kalangan masyarakat utamanya pedagang yang berada di pasar Yosowilangun.
A.S yang mengatasnamakan ketua paguyuban pedagang pasar Yosowilangun, jumat (05/10) kemarin, ngluruk ke Pemkab Lumajang hendak menemui Bupati untuk mengadukan keluhan atas carut marut yang terjadi di pasar Yosowilangun.
Kata A.S yang kita temui di halaman Pemkab Lumajang mengatakan bahwa dirinya dipercaya oleh para pedagang dijadikan ketua paguyuban di pasar tersebut, Saat itu dirinya ke kantor pasar Yosowilangun menemui Kepala pasar untuk menyampaikan terkait perihal pasar dimana selain bau busuk, di pasar Yosowilangun kotor dan becek. hal itu sudah di sampaikan beberapa waktu yang lalu dan baru sekarang ditangani.
“Saya kemarin kekantor pasar untuk konfirmasi terkait pembangunan pasar tersebut dimana informasi yang saya dapat bahwa stand disana bisa dibeli, kalau bisa dibeli saya juga mau beli karena banyak anggota yang membutuhkan, dan Kepala pasar menjawab tidak bisa, saya pun tidak dapat kata Kepala Pasar” Ungkap A.S
“Setelah itu kepala Pasar saya ajak turun karena saya banyak dapat aduan soal pungli dan begitu saya bicara pungli dia tersinggung akhirnya dia ngajak turun dan ngajak “carok -carok” pada saya, apakah ini pantas ?, Tanya A.S penuh heran.

Sementara di tempat terpisah Kepala Pasar Yosowilangun Z.H saat ditemui awak media sabtu (06/10) terkait perselisihannya dengan A.S, menyampaikan bahwa saat itu A.S menemui dirinya di Kantor Pasar untuk menanyakan beberapa hal termasuk pembangunan pasar hingga pembagian stand.
“Waktu itu A.S telepon saya dan saya ajak ketemu di kantor, awalnya ngomong biasa – biasa saja karena kita sering ketemu hingga dia tanya soal bangunan, ya saya jawab itu kan punya pedagang semua ya tinggal penempatan saja dan kalau ada orang baru silahkan lihat saja”. ucap nya.
Lebih jauh Z.H menceritakan perselisihan tersebut dimana A.S meminta jatah stand di bangunan pasar tersebut.
“Kemudian dia minta Bedak (stand), ya saya jawab, itu sudah ada semua orang – orangnya para pedagang. dan dia kembali bertanya, laa saya dapat apa tanya Agus, ya saya jawab jangankan sampean saya saja tidak berhak dapat stand itu” Terang Z.H
“Dari sanalah A.S muntap dan narik – narik baju saya untuk turun kebawah dari kantor atas hingga kancing baju saya lepas, akhirnya saya buka sekalian baju saya hingga terjadi cek cok namun tidak sampai terjadi hantam – Hantaman ( adu fisik.red)” kata Z.H
Masih menurut Z.H, dulu A.S juga pernah minta jatah stand untuk dikelola paguyuban, namun nyatanya dimanfaat kan untuk keuntungan pribadi
“Di tahun 2014 yang lalu A.S pernah minta jatah stand untuk paguyuban, akhirnya saya kasih stand wc, namun dikelola untuk keuntungan pribadi, kalau minta jatah stand terus ya tidak bisa karena prosesnya harus melalui dinas”, Pungkasnya.
Disisi lain ada hal yang cukup menarik dimana salah satu pedagang di pasar Yosowilangun yang sudah mengais rejeki selama 8 tahun dipasar tersebut yang enggan namanya di sebutkan saat di tanya terkait carut marut di pasar Yosowilangun dan tentang paguyuban yang diketuai A.S, dirinya tidak tahu dan tidak kenal dengan A.S.
“Saya tidak tahu terkait carut marut dipasar ini, cuma memang kebersihan dipasar ini kurang dan saya tidak kenal dengan A.S walaupun sudah 8 tahun disini, saya punya paguyuban sendiri”, Jlentrehnya (War/nzr)



