Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk Gelar Kegiatan Evaluasi Sambang Ibu Dan Bayi Sehat ( SIBS ) Tahun 2026

Nganjuk Wartapos.id,— Bertempat di Pendopo KRT Sosrokoesoemo kabupaten Nganjuk. Pemerintah kabupaten Nganjuk melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menggelar Kegiatan Evaluasi Sambang Ibu dan Bayi Sehat ( SIBS ) tahun 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut ketua tim penggerak PKK Ny Wahyuni Marhaen, S.E dan Ny Widhi Trihandy, Kepala Dinas Kesehatan dr. Tien Farida Yani, MMRS yang di wakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat I Ketut Wijayadi, SST beserta staf, para camat dan kader PPK dari 20 kecamatan yang ada di kabupaten Nganjuk, Rabu (09/09/26).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dr. Tien Farida Yani, MMRS melalui kepala bidang kesehatan masyarakat ( Kesmas ) I Ketut Wijayadi, S.ST dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada ketua Tim penggerak PKK kabupaten Nganjuk dan ketua bidang 1, ketua bidang 2, ketua bidang 3, dan ketua bidang 4 serta seluruh perangkat yang terlibat dalam kegiatan Sambang Ibu dan Bayi Sehat ( SIBS ). Bahwa setelah di luncurkan ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Nganjuk telah memberikan satu inisiasi untuk membuat gebrakan masyarakat Sambang Ibu dan Bayi sambil berbagi telur, “ungkapnya”.
“Di provinsi Jawa Timur kita mendekati peringkat ke tiga, ini merupakan hal yang prihatin namun kami patut berbangga dan berterima kasih kepada kader SIBS yang mana apabila ibu ibu kader tidak mendampingi para ibu-ibu terutama yang mendekati kekurangan energi kronis pada waktu kehamilan kemudian mereka melahirkan dalam kondisi gizi nya kurang bagus. Dengan kehadiran Kader kader SIBS ini ibu dan bayi bisa dipantau tumbuh kembang dengan baik, ibunya sehat dan bayinya juga sehat, jelasnya”.
Bahwa 9 kasus kematian di kabupaten Nganjuk yang tercatat ini seluruhnya meninggal di rumah sakit, namun kita perlu cermati 50 persen lebih diantaranya meninggal karena non obsetrik bukan persoalan kehamilan namun ada kasus yang dideritanya seperti bawaan ibu hamil tersebut. Mudah mudahan kedepan SIBS ini kedepan bisa di galakkan dan bisa menghadirkan ibu selalu menjadi ujung tombak yang selalu berhasil, “imbuhnya”.
“Sementara itu ketua Tim pembina posyandu / ketua Tim penggerak PKK kabupaten Nganjuk Ny Wahyuni Marhaen, S.E dalam sambutannya menyampaikan mengucapkan terimakasih kepada dinas kesehatan kabupaten Nganjuk yang telah menginisiasi kegiatan SIBS ini. kita sudah berulangkali mengadakan kegiatan seperti Peniti, dan Pelita biru dalam rangka menekan angka kematian ibu dan bayi, tuturnya”.
Lanjut beliau, Angka kematian ibu di kabupaten Nganjuk meningkat dari 106,28 /100.000 KH ditahun 2024 menjadi 203 / 100.000 KH pada tahun 2026 ( melebihi target nasional ) dan peringkat ke 3 di Jawa timur dengan kematian ibu terbanyak. Sedangkan kematian bayi peringkat ke 12. Sampai bulan Juli ada 14 ibu yang meninggal dunia. Penyebab dari 14 ibu yang meniggal tersebut adalah 55,6% disebabkan oleh komplikasi non obstetric, 33% karena perdarahan, dan 11,1% karena hipertensi ; dan dari 9 ibu tersebut yang menikah 85,7% dan belum menikah 14,3%, ibu yang terlalu tua 55,6%. kehamilan ke 4 ada 22%. Hampir semua kematian ibu terjadi pada masa setelah melahirkan.
SIBS ( Sambang Ibu dan Bayi Sehat) merupakan salah satu upaya untuk menurunkan kematian ibu dan bayi serta stunting dengan pemberdayaan masyarakat dengan melakukan pendampingan pada bayi baru lahir dan ibu nifas yang berupa kegiatan mengunjungi ibu nifas dan bayi baru lahir serta berbagi telur yang dikemas dalam kegiatan “Gema Si Batur” (Gerakan Masyarakat Sambang Ibu Bayi sambil Berbagi Telur), “pungkasnya”.
Kegiatan SIBS pada tahun ke 2 ini diawali dengan pelatihan kader pada bulan April 2026 selama 3 gelombang. Kader SIBS diambil dari salah satu kader PKK Pokja 4 di desa / kelurahan. Setalah dilatih kader SIBS langsung melakukan pendampingan ke ibu Nifas.
Jumlah ibu nifas yang didampingi selama 4 bulan ada 1587 orang, yang dirujuk ada 127 orang dan meninggal ada 6 orang. Sedangkan bayi yang diampingi ada 1516 bayi, yang dirujuk ada 74 bayi dan yang meninggal ada 22 bayi.Untuk itu pada kesempatan kali ini akan dilakukan Evaluasi Kegiatan SIBS.
Adapun dalam kegiatan SIBS ini ada 330 orang yang terdiri dari 284 kader yang sudah terlatih SIBS dari semua desa dan Kelurahan yang ada di Kabupaten Nganjuk.
Ketua Bidang 1 s/d 4 TP.PKK Kab. Nganjuk. Ketua TP PKK Kecamatan .Semua Anggota Pokja 4 TP.PKK Kabupaten Nganjuk. Kepala Puskesmas dari 20 Puskesmas di Kabupaten Nganjuk. Selain itu ketua Tim pembina posyandu / ketua Tim penggerak PKK kabupaten Nganjuk secara simbolis memberikan penghargaan/ hadiah kepada kader dengan jumlah kunjungan terbanyak. ( dinkes / zi )





