Bunda Indah Ingatkan Pentingnya Keselamatan Penambang di Kawasan Semeru

Lumajang Wartapos.id – Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan penambangan aliran material Gunung Semeru. Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden yang menimpa seorang penambang di area penambangan wilayah Semeru.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa aktivitas penambangan di kawasan yang berdekatan dengan aliran material vulkanik harus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi, disiplin terhadap rekomendasi keselamatan, serta memperhatikan kondisi kawasan yang masih dipengaruhi aktivitas Gunung Semeru.
Hal itu disampaikan Bunda Indah usai membesuk korban yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa keselamatan harus selalu ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas penambangan.
“Kejadian ini hendaknya menjadi pelajaran bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar area penambangan, terutama para penambang. Keselamatan harus menjadi perhatian utama, dan seluruh rekomendasi yang telah disampaikan perlu dipatuhi bersama,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Bunda Indah, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran yang berpotensi dilalui material panas maupun lahar.
Ia menjelaskan bahwa kawasan Semeru masih memiliki tingkat risiko tinggi, tidak hanya ketika terjadi erupsi atau awan panas guguran, tetapi juga karena adanya material vulkanik yang masih dapat menimbulkan bahaya bagi warga yang beraktivitas terlalu dekat dengan jalur aliran material.
Karena itu, Bunda Indah menekankan bahwa setiap aktivitas penambangan harus memperhatikan rekomendasi kawasan rawan, kondisi cuaca, informasi kebencanaan, serta ketentuan jam operasional yang telah diimbau pemerintah daerah dan pihak terkait.
“Gunung Semeru masih aktif. Karena itu, kewaspadaan tidak boleh berkurang. Aktivitas di kawasan rawan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan mematuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa keselamatan kerja di kawasan rawan bencana bukan sekadar tanggung jawab individu, melainkan tanggung jawab bersama antara penambang, koordinator lapangan, pemerintah desa, dan seluruh unsur terkait.
Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjutnya, akan terus memperkuat sosialisasi dan pengawasan di kawasan penambangan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan memperhatikan prinsip mitigasi bencana dan perlindungan keselamatan warga.
Melalui kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan, disiplin dalam beraktivitas, serta kewaspadaan terhadap dinamika Gunung Semeru, diharapkan masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih aman, terukur, dan bertanggung jawab.
Reporter : Nizar/Anwar





