Dukung Program Efisiensi Bupati, Ketua DPRD Lumajang Kandangkan Mobil Dinas, Pilih Kendaraan Pribadi

Lumajang, Wartapos.id – Menanggapi kenaikan harga BBM jenis Pertamax, Bupati Lumajang, Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah, menerapkan kebijakan efisiensi anggaran dengan menarik seluruh kendaraan dinas roda empat agar tidak lagi dioperasikan. Kebijakan ini memberikan pengecualian hanya bagi kendaraan yang berfungsi langsung untuk pelayanan masyarakat, seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan armada pengangkut sampah.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap langkah strategis tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, H. Oktafiani, SH., MH., turut mengambil sikap tegas dengan mengandangkan kendaraan dinasnya dan memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan dinas sehari-hari.
“Kendaraan dinas sudah kami parkirkan di lingkungan Kantor DPRD Lumajang. Kami memilih menggunakan mobil pribadi, dan semua ini adalah wujud dukungan kami terhadap program yang dicanangkan Bupati dalam rangka efisiensi anggaran daerah akibat kenaikan harga BBM jenis Pertamax,” ungkap Oktafiani, Senin (15/06/2026).
Lebih lanjut, Oktafiani menjelaskan bahwa meski mendukung sepenuhnya kebijakan tersebut, ia belum dapat mengikuti langkah Bupati yang berangkat kerja menggunakan sepeda motor. Hal ini dikarenakan faktor jarak tempuh tempat tinggal menuju kantor.
“Namun, kami belum bisa mengikuti langkah Bupati yang berangkat kerja naik sepeda motor. Hal ini dikarenakan terkendala jarak tempuh. Bupati kan bertempat tinggal di rumah dinas yang jaraknya dekat ke kantor, sedangkan jarak dari rumah saya ke kantor cukup jauh. Oleh karena itu, kami memilih menggunakan mobil pribadi sebagai solusinya,” tambahnya.
Komitmen ini akan terus dijalankan dalam jangka waktu yang belum ditentukan batasnya. Yang pasti, kebijakan ini akan diterapkan hingga kondisi ekonomi dan harga bahan bakar dinilai kembali normal dan stabil.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata kepedulian pimpinan daerah dalam memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kepentingan publik di tengah tekanan kenaikan harga kebutuhan dasar.
Reporter : Nizar/Anwar





