
Nganjuk Wartapos.id,– Tradisi kirab budaya dan gunungan hasil bumi kembali digelar masyarakat Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, sebagai wujud rasa syukur atas panen yang melimpah, kesehatan, kemakmuran, serta doa bagi para leluhur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bersih Desa Klurahan ke-147 yang berlangsung meriah pada Kamis (14/05/2026).
Pemerintah Desa Klurahan bersama BPD, LPM, kader, RT, RW, dan seluruh masyarakat bersatu menyelenggarakan kirab budaya dan gunungan hasil bumi. Arak-arakan dimulai dari depan Kantor Desa Klurahan menuju pesarean atau pamuksan keluarga besar Ki Ageng Kampuh/Mpu Sendok dan Endang Roro Amis/Dwi Sekartaji.
Ribuan warga tampak antusias mengikuti dan menyaksikan jalannya kirab. Peserta mengenakan pakaian adat Jawa sambil mengiringi sembilan gunungan hasil bumi yang dibawa menuju makam leluhur. Tradisi memperebutkan hasil bumi yang diarak tersebut diyakini masyarakat sebagai simbol untuk memperoleh berkah, keselamatan, dan kesejahteraan.
Sejak pukul 07.00 WIB, jalan-jalan utama Desa Klurahan mulai dipadati warga. Seluruh RT dan RW menampilkan kreativitas terbaik melalui kontingen kirab budaya. Beragam ekspresi budaya Jawa ditampilkan, mulai dari nuansa klasik hingga modern, lengkap dengan hiasan gunungan hasil bumi serta pertunjukan seni jaranan yang memikat perhatian masyarakat.
Bersih Desa Klurahan ke-147 digelar sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat. Berbagai kegiatan telah diselenggarakan dalam rangkaian acara tersebut. Pada tanggal 25–26 April 2026 digelar Festival Seribu Rebana. Kemudian pada Rabu (13/05/2026) dilaksanakan khataman Al-Qur’an di masjid dan punden Desa Klurahan.
Selanjutnya, pada Kamis (14/05/2026) digelar kirab budaya dan gunungan hasil bumi serta tasyakuran di Punden Mbah Soreng. Pada Jumat (15/05/2026) akan dilaksanakan tasyakuran di Punden Mbah Gedong, dan puncak acara pada Sabtu (16/05/2026) akan digelar “Klurahan Spektakuler Karnival”.
Kepala Desa Klurahan, Suhadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah kompak dan bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Klurahan yang tetap guyub rukun sehingga kirab budaya dan gunungan hasil bumi ini dapat berlangsung sangat meriah dan luar biasa. Tahun ini ada sembilan gunungan hasil bumi yang dikirab bersama pemerintah desa dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan budaya tersebut bukan hanya mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan berbasis tradisi lokal seperti ini, masyarakat menghadirkan pengalaman budaya yang autentik dan bernilai edukatif bagi Desa Klurahan maupun Kabupaten Nganjuk. Harapan kami, tahun depan kegiatan ini bisa semakin spektakuler dan meriah,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Ngronggot, M. Makrup, menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian budaya yang terus dijaga masyarakat Desa Klurahan.
“Kami sangat mendukung kegiatan bersih desa ini. Budaya di Desa Klurahan harus terus dilestarikan dan jangan sampai punah. Hari ini menjadi hari kemenangan bagi Desa Klurahan karena masyarakat bisa berkumpul melaksanakan kirab budaya dan gunungan hasil bumi dengan harapan desa semakin maju dan sejahtera,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa kirab budaya merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan hasil panen yang diterima masyarakat.
“Kirab budaya ini menjadi wujud syukur kepada Allah SWT. Seluruh masyarakat berkumpul dalam satu tujuan, yakni memperingati Bersih Desa Klurahan ke-147. Di sini ada petani, pengusaha, hingga budayawan yang bersama-sama menjaga tradisi. Semoga masyarakat Desa Klurahan senantiasa diberi nikmat, hasil panen melimpah, serta kehidupan yang aman, makmur, dan gemah ripah loh jinawi,” pungkasnya. (team/Zi)





