Lumajang

Biadab..!! Seorang Kakek di Desa Barat Diduga Perkosa Anak kelas 5 SD Saat Rumahnya Sepi

Lumajang Wartapos.id – Sungguh biadab kelakuan seorang kakek inisial WD (60) asal Desa Barat Kecamatan Padang – Lumajang, diduga tega berbuat tak senonoh (perkosa.red) anak kelas 5 SD sebut saja bunga (nama samaran).

Informasi yang diterima, WD sudah diamankan jajaran Polres Lumajang dan saat ini tengah menjalani serangkaian pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang, Minggu (02/11/25)

Kanit PPA Satreskrim Polres Lumajang Ipda Rahmat Budy Prasetyo SH melalui Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Untoro Abimanyu mengiakan. Kata dia, WD diserahkan oleh Polsek Padang, atas laporan dan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.

“Untuk saksi, korban dan pelaku sekarang masih dalam pemeriksaan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Lumajang. Untuk pelaku, tadi Polsek Padang menyerahkan ke Polres,” tulisnya, melalui pesan WhatsApp, dihari yang sama.

Terpisah, informasi dihimpun media, terduga pelaku melancarkan aksinya di kediaman korban. Saat itu, terduga pelaku mengetahui jika korban sendirian, lantaran neneknya pergi ke kebun.

“Korban tinggal sama neneknya, orang tuanya merantau ke luar kota,” tutur sumber pada media.

Selebihnya Efendi Yulianto, Kepala Desa Barat dihubungi media, mengaku mengetahui peristiwa itu pasca dilapori paman dari korban.

Ia meneruskan cerita pihak korban, terungkapnya peristiwa itu, pasca korban berhasil melarikan diri usai mendapat perlakuan demikian dari terduga pelaku.

“Pas melakukan, suara salon itu dikeraskan sama pelaku. Jadi ndak ada orang dengar (korban meronta). Abis itu, korban kabur ke rumah pamannya dan setelah tau ceritanya, akhirnya melapor,” ucap kades.

Disinggung apakah sudah terjadi persetubuhan, kades mengungkap jika saat ditanya, sempat mengakui dengan alibi khilaf.

“Sekarang sudah di polres pelakunya. Tadi saat laporan, responnya cepat,” pungkasnya.

 

Reporter : Nizar/Anwar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button