Mojokerto

Penyuluhan PIP dan KIP-K Untuk Pelajar IPNU-IPPNU di Desa Claket

Mojokerto Wartapos.id – Para remaja yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti kegiatan penyuluhan bertema Penyuluhan Program PIP/KIP-K. Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa BBK 6 Universitas Airlangga pada Senin, 14 Juli 2025, dan berlangsung di rumah Ketua IPNU Desa Claket.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Azriela Amor Patria, mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Program Studi Ilmu Politik, yang juga bertindak sebagai koordinator program kerja KKN di Desa Claket.

“Sebagai koordinator program kerja KKN BBK (Belajar Bersama Komunitas) di Desa Claket, saya bersama tim melaksanakan penyuluhan mengenai Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Kegiatan ini dirancang untuk menyasar para pelajar yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU di desa setempat.” Ujarnya

“Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) merupakan bentuk bantuan pendidikan dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. PIP ditujukan bagi siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK dari keluarga miskin atau rentan miskin. Bantuan ini diberikan dalam bentuk uang tunai yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti perlengkapan sekolah, seragam, atau biaya transportasi.” Imbuhnya

Sementara itu, KIP-K menyasar lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan kuliah namun memiliki keterbatasan ekonomi. Program ini memberikan pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri serta bantuan biaya hidup selama masa studi. Melalui kedua program ini, pemerintah berupaya menjamin keberlanjutan pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, sekaligus menekan angka putus sekolah di kalangan pelajar Indonesia.

Penyuluhan ini kami rancang berdasarkan temuan di lapangan bahwa masih banyak pelajar di Desa Claket yang belum memahami secara menyeluruh tentang kedua program tersebut. Padahal, bantuan ini sangat penting untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas, terutama bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.

Kegiatan dilakukan secara langsung dengan metode presentasi, diskusi terbuka, dan sesi tanya jawab. Dalam penyuluhan ini, saya memaparkan informasi seputar manfaat PIP dan KIP-K, kriteria penerima, serta alur pendaftaran yang perlu diketahui. Para peserta tampak sangat antusias, mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait program ini.

Banyak peserta bahkan menyampaikan bahwa mereka baru mengetahui jika KIP-K dapat digunakan untuk kuliah gratis di perguruan tinggi negeri. Hal ini menjadi bukti bahwa kegiatan penyuluhan ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membuka wawasan dan membangkitkan harapan baru bagi pelajar di Desa Claket.

“Sebagai inisiator sekaligus koordinator program, saya merasa bangga dapat berkontribusi dalam mendukung akses pendidikan bagi generasi muda desa.” Katanya

“Harapan saya, penyuluhan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi para pelajar untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Meski langkah ini sederhana, saya percaya dampaknya bisa berarti besar untuk masa depan mereka.” Harapnya

Tim KKN BBK UNAIR 6 Claket melalui mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini, khususnya kepada para pelajar IPNU-IPPNU yang telah berpartisipasi aktif. Semoga program ini menjadi awal dari kolaborasi yang positif antara mahasiswa, pelajar, dan masyarakat dalam membangun pendidikan di desa.

Penulis: Azriela Amor Patria

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button