Dorong Ekonomi Lokal, Tim KKN BBK 6 UNAIR Dampingi UMKM Daftarkan Nama Usaha di Google Maps

Mojokerto Wartapos.id – Komitmen untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan ditunjukkan oleh tim KKN Belajar Bersama Komunitas (BBK) 6 Universitas Airlangga melalui program “Pendampingan Pendaftaran Nama Usaha di Google Maps”. Program ini menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Program ini dilaksanakan selama sepekan pada Selasa, 15 Juli hingga 22 Juli 2025.
Program ini dipelopori oleh sembilan mahasiswa lintas fakultas Universitas Airlangga yang tergabung dalam tim KKN BBK 6. Program ini diadakan dengan tujuan untuk memperkuat visibilitas UMKM lokal di ranah digital. Eksekusi program ini dilakukan melalui pendataan, wawancara singkat, serta pendampingan teknis dalam pendaftaran nama usaha melalui platform Google Maps.
“Banyak pelaku UMKM di desa yang belum menyadari pentingnya eksistensi digital. Dengan hadir di Google Maps, mereka berpotensi menjangkau konsumen lebih luas, termasuk wisatawan,” ujar Marcella Vita Zulfana, mahasiswi S1 FISIP UNAIR yang menjadi penanggung jawab program.
Selain membantu dalam proses pendaftaran, tim KKN juga memberikan edukasi mengenai strategi dasar pemasaran digital, pentingnya ulasan pelanggan, serta cara mengelola profil usaha di Google secara mandiri. Proses pendampingan dilakukan secara langsung dari usaha ke usaha dengan pendekatan persuasif dan praktis.
Dari hasil kegiatan, setidaknya 2 UMKM lokal berhasil didaftarkan dan diverifikasi di Google Maps, di antaranya toko tanaman dan ikan hias serta penjual makanan ringan. Para pelaku UMKM mengaku antusias dan merasa terbantu karena kini usaha mereka bisa ditemukan lebih mudah oleh calon pembeli secara online.
“Saya berharap dengan dibuatkannya nama usaha milik saya di aplikasi Google Maps bisa membantu meningkatkan minat pembeli dan sekaligus penghasilan saya”, ujar Bu Ifa, salah satu pemilik UMKM lokal yang menjadi sasaran program ini.
Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8, yakni “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi”, yang menekankan pentingnya inovasi dalam penciptaan peluang kerja serta akses pasar yang inklusif. Pemberdayaan digital seperti ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses ekonomi baru di daerah wisata yang sebelumnya kurang tergarap secara online.
Ke depannya, tim KKN BBK 6 UNAIR berharap program ini dapat direplikasi di desa-desa wisata lain dengan potensi ekonomi lokal yang kuat, namun belum sepenuhnya tersentuh oleh teknologi digital.
Penulis : Marcella Vita





