Mojokerto

Tim KKN BBK 6 UNAIR Ajak Remaja Putri IPPNU Desa Claket Cegah Anemia Lewat Program Remaja CERIA

Mojokerto Wartapos.id – Remaja putri IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, tampak antusias mengikuti program edukatif bertajuk Remaja CERIA (Remaja Cegah Risiko Anemia) yang digelar oleh mahasiswa KKN BBK 6 Universitas Airlangga pada Senin 14 Juli 2025 di rumah ketua IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Desa Claket.

Program ini hadir sebagai respons atas kekhawatiran terhadap risiko anemia pada remaja putri, yang menjadi salah satu faktor pemicu masalah kesehatan jangka panjang. Menurut keterangan Bidan Desa Claket, Anis Sulistiowati, S.Tr., Keb, pola makan remaja di desa ini cenderung kurang seimbang dan belum memperhatikan asupan zat besi yang cukup. Meskipun belum terdapat kasus anemia yang terlaporkan di Desa Claket, tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil serta angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Mojokerto menjadi peringatan penting agar kondisi serupa tidak terjadi di Desa Claket, diperlukan upaya pencegahan sejak usia remaja. Intervensi di fase ini sangat penting untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan kebiasaan sehat, sehingga dapat menurunkan risiko anemia di masa depan, khususnya saat memasuki usia reproduksi dan kehamilan.

Program ini diinisiasi oleh Harisatun Najwa, mahasiswa FKM UNAIR yang juga menjadi penanggung jawab sekaligus pemateri utama dalam kegiatan. Edukasi disampaikan secara santai setelah pertemuan rutin IPNU dan IPPNU, membahas berbagai materi seputar anemia, mulai dari pengertian, penyebab, gejala, hingga upaya pencegahan melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan makanan lokal kaya zat besi. Meskipun sasaran utama adalah remaja putri IPPNU, kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota IPNU yang turut menunjukkan partisipasi aktif.

“Penyampaian informasi kepada remaja laki-laki juga penting agar mereka dapat turut peduli terhadap isu kesehatan yang dialami remaja putri di sekitar mereka” ujar Harisatun.

Kegiatan dimulai dengan pengajian dan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan IPNU, lalu dilanjutkan dengan pre-test, sesi penyuluhan, post-test, dan ditutup dengan pembagian leaflet serta tablet tambah darah kepada peserta. Materi yang disampaikan telah dikonsultasikan langsung dengan bidan desa, terutama terkait dosis dan aturan konsumsi TTD yang aman bagi remaja putri.

Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap peserta terhadap anemia, di mana rata-rata kategori “Sangat Paham/Sangat Baik” meningkat dari 16,7% menjadi 44,5%. Sebagai contoh, pada indikator “pemahaman tentang pola makan pencegah anemia”, persentase peserta yang masuk kategori Sangat Paham meningkat dari 53,3% menjadi 80%. Sementara itu, dalam aspek sikap, kategori Sangat Baik naik dari 16,7% ke 28,9% rata-rata, menunjukkan bahwa edukasi tidak hanya menyentuh pengetahuan, tapi juga perilaku.

Namun, dari hasil pre dan post test juga ditemukan bahwa dukungan keluarga terhadap masalah anemia masih sangat rendah. Sebagian besar peserta tetap menilai peran keluarga sebagai “Tidak Baik” bahkan setelah edukasi dilakukan.

Hal ini perlu menjadi perhatian ke depan terkait prioritas sasaran atau intervensi perubahan sikap keluarga dalam pencegahan anemia, mengingat dukungan dari lingkungan terdekat terutama keluarga merupakan faktor penting bagi keberhasilan konsumsi TTD dan perubahan gaya hidup sehat.

Melalui Remaja CERIA, Tim KKN BBK 6 UNAIR berharap bisa menanamkan kesadaran bahwa minum TTD hari ini adalah investasi untuk masa depan. Remaja putri yang sehat menjadi cikal bakal ibu yang sehat, dan pada akhirnya akan melahirkan generasi bebas stunting.

Penulis: Harisatun Najwa

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button