

SIDOARJO, Wartapos.id- Fenomena macet tiap hari di suguhkan dan di keluhkan para pengendara baik roda dua maupun roda empat ketika akan menuju baik ke Aloha maupun ke arah Surabaya lewat Bungurasih. Urat nadi perempatan Wage memang strategis ketika mulai jalan Taruna sampai perempatan di buat jualan PKL, namun sayang ketika jualan dari pagi, siang, sore, sampai malam para PKL menempatkan lapaknya persis di atas selokan air padahal itu bahu jalan ketika ada pembeli sebenarnya buat parkir, namun justru pembeli yang rata rata naik sepeda motor berhenti di jalan, sehingga arus Lalin tersendat dan menyebabkan macet tiap harinya, Kamis ( 16/5/2024 ).
Dalam pantuan Media, bertambah banyaknya pedagang justru tidak di barengi oleh penataan PKL, padahal dari nara sumber pedagang N, tiap hari ada karcis yang di tarik dari RT besaran Rp 1000, namun Sebenarnya PKL ini ada paguyubannya mulai dari pagi ada pengatur jalan jam 5.00 Wib sampai jam 9.00 Wib , untuk penarikan karcis ada dua orang karena di bagi dua Rt, Rt 07 dan Rt 01, ketua Paguyuban juga ada dan semua dapat pembagian hasil dari penarikan karcis, baik Rt, Rw, maupun ketua Paguyuban PKL jalan Taruna. Namun tak pernah ada yang namanya penertiban maupun himbauan kepada PKL yang menempatkan lapaknya di bahu jalan, seakan pembiaran, dan terkesan cuek dan hanya penggambil untung saja.
Ketika media mewawancarai pengendara Mobil Mb’ dari Desa Kedung Turi, wah di sini sering macet mas, pedagannya terlalu maju jualannya, dan pembelinya naruh sepedanya di jalan, di tambah dekat perempatan ini sudah puluhan tahun namun pemerintah belum ada yang menertibkan padahal ini kewenangannya Kabupaten karena jalan ini, jalan Kabupaten. Yang saya tahu PKL ini bukan binaaan Desa namun siapa yang punya lahan di depan rumahnya itu di kontrak baik bulanan maupun ada yang tahunan, karena teman saya kan jualan di situ mas!.
Saat mengkonfirmasi tokoh masyarakat UA’ yang saya tahu dari tarikan karcis pasar, di bagi dua RT mas, Rt 07 mendapat nilai bagian banyak 65% karena PKL juga banyak, dan Rt 01 kebagaian 35%nya. Dan itu sudah bersih sesudah untuk pembayaran pengatur lalin 1 orang, dan 2 penarik karcis, juga untuk ketua Paguyuban PKL, juga Rw 07 mendapat Rp 80.000 tiap bulannya untuk kas. Saya harap sebelum menjadi bom waktu, macet yang berkepanjangan segera baik Satpol PP Kabupaten, dan Dishub Sidoarjo segera menertibkan dengan tegas sebenarnya banyak pengendara yang mengeluh baik pagi, sore, dan malam selalu macet, jalan Taruna harus bersih dari PKL yang menempatkan lapaknya di bahu jalan ujarnya,
Juga di tambahi Ketua Rt.01 Dayat saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu harapannya PKL yg ada di wilayah RT.01 terutama di bahu jalan harus bersih karena menambah semrawut, dan untuk kenyamanan lingkungan warga tutupnya.( rif )





