Dinilai Memberatkan Wali Murid, DPRD Lumajang Himbau Lembaga Pendidikan Mengkaji Ulang Study Tour

Lumajang Wartapos.id – Akhir – akhir ini sejumlah lembaga sekolah membuat kegiatan akhir tahun ajaran dengan mengadakan Study Tour, namun hal tersebut membuat wali murid keberetan dengan biaya yang dikeluarkan, apalagi setelah viral kecelakaan siswa salah satu lembaga sekolah yang sedang melakukan perjalanan study tour, hal tersebut membuat para wali murid dan orang tua khawatir dan seolah berfikir ulang untuk mengizinkan anaknya ikut study tour.
Menyikapi hal tersebut Ketua DPRD kabupaten Lumajang Eko Adis Prayoga mengimbau lembaga pendidikan untuk mengkaji ulang kegiatan studi tour.
“Saya sebagai ketua DPRD mengimbau kepada semuanya yang menjadi bagian daripada itu, khususnya lembaga-lembaga pendidikan atau sekolah yang mengagendakan study tour terhadap siswanya itu bisa di kaji ulang dengan berbagai pertimbangan yang ada,” Kata Eko Adis Senin (13/5/2024)
Menurutnya, tidak semua siswa atau wali murid bersepakat soal study tour, pihaknya berharap ini menjadi kajian supaya program kegiatan yang dilakukan oleh sekolah itu benar-benar tidak memberatkan dari pada siswa maupun wali murid yang ada di Lumajang.
“Apalagi dengan berbagai resiko yang dihadapi ketika melakukan perjalanan perjalanan jauh yang kadang itu diluar prediksi kita diluar prediksi sebelumnya yang mungkin nanti mengarahnya ke arah hal-hal yang tidak baik,” ungkapnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu menghimbau untuk itu bisa dikaji ulang supaya bisa menjadi perhatian bersama dan menyarankan jika melakukan study tour sebaiknya di wilayah Lumajang.
“Kalau toh pingin melakukan study tour banyak potensi potensi kita yang mungkin bisa kita maksimalkan di Lumajang dengan tidak memberatkan daripada wali murid maupun siswa itu sendiri,” pungkasnya.
Sebelumnya viral di berbagai media terkait kabar duka yang menyelimuti dunia pendidikan Indonesia. Rombongan bus sekolah SMK Lingga Kencana Depok yang mengangkut 47 siswa dan 5 guru mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Kampung Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada hari Sabtu (11/5/2024) kemarin.
Kecelakaan tragis itu sangat menyita perhatian publik, bagaimana tidak, dalam kecelakaan maut itu mengakibatkan 11 orang meninggal dunia, terdiri dari 9 siswa, 1 guru, dan 1 warga lokal. Selain itu, 27 korban mengalami luka berat dan 13 korban luka sedang. Di Lumajang sendiri masyarakat banyak mengunggah di media sosial agar studi tour ditiadakan karena dianggap sangat membebani wali murid.
Reporter ; Nizar/Anwar





