BudayaSurabaya

Pesta Bonataon Punguan Marga Saragih Simalungun berjalan Sukses

Ket Foto: Persembahan tarian tor-tor Simalungun oleh anak anak anggota marga Saragih
Surabaya, Wartapos.id – Perkumpulan kaum Batak Simalungun Bermarga Saragih yang berada di beberapa daerah SeJawa Timur, baru baru ini mengadakan pesta Bona Taon (Buka Tutup Tahun) dan berharap suasana politik di Indonesia, khususnya di Jatim berlangsung damai dan aman.
“Seperti harapan kami sebagai warga bermarga Saragih yang berasal dari tanah simalungun salah satunya dari Kota Pematang Siantar,Kabupaten Simalungun di Sumatera Utara, Kami juga sangat berharap untuk Politik Di Indonesia tetap berlangsung aman dan damai. Jadi siapapun pemimpinya yang terpilih, kita tetap dukung,” kata Ketua Perkumpulan (Punguan) Marga Saragih Simalungun Surabaya, Gondut Martuah Saragih, di sela-sela acara Pesta Bona Tahun Hasadaon Saragih, Boru dan Pinupusni Surabaya, di Sopo Godang HKBP Kedondong- Surabaya, Sabtu siang (10/3).

Pada acara perkumpulan, juga dilakukan upacara adat tahunan dengan melakukan tarian adat (Tortor) dan simbolis yang di iringi Tim musik Gondang dan Suling, agar selalu diberkahi dalam kebersamaan sebagai tradisi Simalungun agar tidak hilang meskipun di perantauan atau di negeri orang.

“Jadi setiap tahun kita mengadakan pesta ini tujuannya untuk menjaga kebersamaan, melestarikan adat istiadat di dalam bineka tunggal ika,” katanya.

Selain itu, lanjut Gondut, kegiatan ini untuk mengingatkan pada kampung halaman dan tali silahturahmi di tanah Jawa seperti acara setiap bulan di adakan nya arisan secara bergantian masing masing rumah anggota.

“Jadi, kita tetap mengingat dimana kita lahir, kita ingin melestarikan budaya kita, kalaupun berada di tanah Jawa, tetapi budaya kelahiran kita tetap terjaga. Tetap menjaga persaudaraan dan kerukunan seperti acara yang kami adakan sebulan sekali, yakni acara arisan sambil makan makan secara bergantian di rumah anggota hasadaon. Itu yang kami harapkan,” papar pengusaha muda ini.

Ket Foto: Ketua Hasadaon Saragih Gondut Martuah Saragih pakaian adat dua dari kanan saat menyerahkan hadiah utama kepada anggotanya

Bona Tahun yang artinya pesta buka tutup tahun, memang dilakukan rutin setahun sekali, yang biasannya di awal tahun antara Febuari dan bulan Maret.

Hadir pada kegiatan ini seluruh marga Saragih yang berada di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto

“Kita menutup tahun 2017 yang penuh berkat dan membuka tahun 2018, harapannya lilih melimpah kepada kita di komunitas orang Batak Simalungun Punguan marga Saragih laki-laki, kalau perempuan boru Saragih. Jadi kita dari laki-laki borunya saragih yang istrinya Saragih juga bergabung sama keponakannya Saragih inilah yang berkumpul ini ( Hasadaon Saragih)”, terang Gondut.

Di Surabaya, ada sekitar 50 keluarga atau sekitar 125 jiwa, jadi boleh dibilang mayoritas yang bermarga Saragih semuanya. Tidak itu saja, komunitas ini terdapat semua lintas agama, baik yang beragama Islam, Kristen maupun Hindu.

Sebenarnya jauh sebelum agama-agama masuk ke Tanah Batak, orang Batak sudah memiliki agama dan kepercayaannya sendiri. Namun sama dengan daerah lainnya di nusantara ini oleh pemerintah Indonesia hanya digolongkan dalam kepercayaan tidak termasuk agama.

“Jadi tidak semuanya Kristen, ada Islam adapun juga Hindu, kita menjadi satu, itu mungkin visi dan misi dari pesta tahunan ini,” pungkas bapak beranak tiga.(Jhon Saragih)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button