

Sidoarjo, Wartapos.id – Bau amis aroma korupsi tercium tidak sedap, pembangunan rehab gedung SDN 4 Wonocolo kecamatan taman Sidoarjo, yang di kerjakan oleh kontraktor CV Mitra Sakti, dengan nilai Rp 800.000.000.00 dengan masa kontrak kerja 135 hari, Konsultan pengawas Firda Konsultan. Penggerjaanya di duga tidak sesuai Spek, dalam perjalanannya gedung sekolahan yang di peruntukan untuk ngajar mengajar bagi anak didik dan untuk kenyamannya. Ternyata oleh kontraktor di buat kesempatan untuk mencari cari celah , untuk mengeruk untung yang sebesar besarnya, padahal jujur aja sudah untung, Rabu ( 26/10/2022 ).
pembangunan rehab gedung SDN 4, dari spek yang tertulis, bahwa semen harus Gresik faktanya semen Merah Putih yang di pakai campuran, genteng yang sebenarnya 80% genteng lama naik, dan 20% harus baru namun faktanya 100% genteng lama naik semua, ketika Media Surat Kabar umum dan Online wartapos menghimpun data di lapangan mengkonfirmasi Andik mandor” ,iy mas untuk genteng yang lama naik semua ngak ada yang baru sudah jelas! Katanya. Pasir yang di utamakan pasir exlusif dari Lumajang yang di pakai pasir sertu biasa. Apalagi yang vital besi nya 12 mm sudah ok, dan untuk besi, ada pabrikan yang sudah di tunjuk oleh Dinas yaitu pabrikan, Krakatau Osaka Stell, Hanil jaya stell, Lautan Stell namun fakta di lapangan besinya berbunyi 12 mm dari LTS dari Kaiser Stell Palembang, yang harganya lebih murah, dan besi 8 mm nya tertera Mes.

Di tambah pengawasan dari konsultan proyek tidak ada , namun pemberitaan harus berimbang ketika di sondingkan ahli kontruksi N, ” mas apapun bunyi yang tertulis di spefikasi itu apa! Ya harus sesuai tidak mengurangi atau menambahi. Namun yang saya lihat CV Mitra Sakti di sini, memainkan Speknya dari pasir, semen, genting, dan juga besinya. Ini jelas pekerjaan yang tidak sesuai bunyi speknya adalah ya namanya korupsi. Kalau seperti ini layak di usut. Jangan biarkan dan pembiaran. Pembangunan yang di peruntukan 10 tahun namun hanya 1 tahun bangunannya sudah rusak atau roboh, apalagi ratusan siswa dan siswa belajar di ruangan itu jangan ada korban karena ulah kobtraktor nakal, ujarnya.
Kita sepakat nanti kita laporkan ke Komisi C yang membidangi pendidikan dan segera untuk menyidak pembangunan SDN Wonocolo 4 Taman tersebut. Untuk masalah korupsinya kita akan laporkan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo dan ke Tipikor Polresta Sidoarjo. Yang terpenting sebenarnya pengawasan dari Dinas terkait, namun tidak ada sama sekali di tempat proyek, seakan pembiaran dan sudah menjadi pembicaraan umum bahwa lingkaran setan di setiap proyek Dinas selalu ada dan silih berganti dari tahun ke tahun. Ini harus kita putus apapun bentuk pungli dan korupsi adalah perbuatan melawan hukum dan mengakibatkan kerugian Negara. Dan hukum seberat beratnya pelakunya dan memiskinkan hartanya. Instansi terkait segera memanggil kontraktor proyek untuk segera di audit dan bila benar ada penyimpangan segera memprosesnya. Supaya kedepan pembangunan yang di himpun dari pajak rakyat di pergunakan dengan sebaik baiknnya , tepat sasaran, tidak main main, dan bangunannya bisa tahan lama.( rif )





