JatimNasionalPemerintahanPolitikReligiSurabaya

Ketua MPR: kehadiran Aisyiyah penting untuk masyarakat, terutama di tahun-tahun politik seperti saat ini.

Ket foto: Ketua MPR Zulkifli Hasan (sumber: mpr.go.id)

Surabaya, Wartapos.id – Ketua MPR, Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M.  menyebut bahwa Aisyiyah memang sebagai organisasi masyarakat yang penting untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat, khususnya jawa timur.

Zulkifli saat menjadi pembicara di Tanwir I Aisyiyah periode 2015-2020 di Kampus Unmuh (Universitas Muhammadiyah) Surabaya, sabtu (20/1) mengatakan bahwa memang sekali lagi, kehadiran Aisyiyah penting untuk masyarakat, terutama di tahun-tahun politik seperti sekarang ini.

“Ibu Aisyiyah berperan penting guna memberikan pencerahan kepada khalayak umum supaya pancasila yaitu sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa tidak diganti dengan keuangan yang maha esa,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang menggantikan Sidarto Danusubroto sejak 8 Oktober 2014 untuk periode 2014-2019 dan juga Ketua Umum DPP PAN itu menyebutkan.

Zulkifli menyayangkan, saat ini sedang terjadi pergeseran di mana uang mulai dituhankan. Dirinya memberi contoh ketika uang sangat berpengaruh dalam pemilihan kepala suatu daerah.

“Sekarang mau milih apa-apa pake uang. Kades, bupati, gubernur dan masuk partai pun harus pakai uang. Orang itu baru bisa hebat kalau uangnya banyak. Di mana nilai-nilai, inilah yang membuat kesenjangan semakin jauh,” pungkasnya.

Untuk itu Zulkifli, mengajak segenap anggota Aisyiyah memerangi hal itu demi politik yang berkemajuan.

“Agar rakyat memilih tidak sekadar bagi sembako tapi juga memilih untuk masa depan,” tambahnya.

Menurut pria kelahiran Lampung, 17 Mei 1962 silam ini bahwa,  Aisyiyah selama ini telah teruji begitu lama untuk terus memberikan edukasi kepada ibu-ibu Indonesia untuk memberikan nilai-nilai, karena keluarga adalah basis pendidikan, basis untuk memberikan suri teladan.

Gerakan ‘Aisyiyah dari waktu ke waktu terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peningkatan dan kemajuan harkat dan martabat perempuan Indonesia. Hasil yang sangat nyata adalah wujud amal usaha yang terdiri atas ribuan taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga perguruan tinggi.

Aisyiyah sendiri adalah salah satu organisasi ortonom bagi Wanita Muhammadiyah yang didirikan di Yogyakarta pada 27 Rajab 1335 H bertepatan dengan 19 mei 1917 oleh Nyai Ahmad Dahlan.

“Ibu adalah basis untuk membuat keluarga maju, bangsa maju maka semua akan maju,” timpanya.

Ket foto: Unmuh (Universitas Muhammadiyah) Surabaya.

Dia berharap melalui moment Tanwir I di Unmuh (Universitas Muhammadiyah) Surabaya, Aisyiyah bisa memberikan konsep, ide, atau gagasan untuk menyumbang Indonesia di dalam perkembangan pola zaman seperti saat ini.

“Para Ibu Aisyiyah adalah ibu penerang republik ini. Saya ini bisa menjadi anggota DPR, Menteri Kehutanan dan Ketua MPR bukan karena hebat tapi karena ibu juga,” tutupnya. (ANT/adms)

 

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button