Pemuda Sukorejo Tolak Pembangunan Paving Disisi Lapangan, Kades Enggan Beri Penjelasan Diduga Alergi Wartawan

Lumajang Wartapos.id – Pro dan kontra terkait pekerjaan paving stone yang ada di barat kantor Desa Sukarejo Kecamatan Kunir Lumajang tepatnya di lapangan sepak bola nampaknya terus menjadi perbicangan hangat di masyarakat Sukorejo dan bahkan sudah menjadi celotehan di media sosial.
Berawal dari informasi tersebut media ini melakukan investigasi terkait persoalan tersebut, diketahui pekerjaan paving stone masih dalam proses pekerjaan, yang diperkirakan dikerjakan dengan panjang sekitar hampir 200 meter, namun anggarannya tidak jelas berasal dari mana, Pasalnya dilokasi pekerjaan tidak ada papan nama asal usul proyek.
Terkait pekerjaan paving yang menjadi kontroversi tersebut, beberapa pemuda desa Sukorejo membuat surat pernyataan dan tanda tangan yang menyatakan menolak atas pemasangan paving disisi lapangan sepak bola tersebut sebagaimana surat yang sudah di unggah di akun Facebook.
Salah satu pemuda Sukorejo yang kami hubungi via telepon membenarkan bahwa beberapa pemuda menolak atas pekerjaan paving yang berada disisi lapangan sepak bola desa Sukorejo dan bahkan sudah membuat surat pernyataan penolakan yang sudah dikirimkan kepada pihak – pihak terkait.
“Kami menolak adanya pembangunan paving disisi lapangan, karena dengan adanya paving tersebut membuat lapangan sepak bola tambah sempit, kami berharap pemerintah desa melakukan pengukuran kembali terhadap lapangan agar nantinya sesuai seperti ukuran lapangan sepak bola,” Ujar salah satu pemuda Sukorejo yang meminta agar namanya tidak disebutkan, selasa (11/01/22)
“Kami juga berharap adanya fasilitas olah raga khususnya lapangan sepak bola yg sesuai, kalau seperti ini kan mematikan kreatifitas sepak bola di Sukorejo dan kami berharap kedepannya ada solusi terbaik dan kami para pemuda juga diberikan kesempatan untuk mengapresiasi kreatifitas kami,” Imbuhnya.
Lain halnya dengan pemuda lain sebut saja AS warga Sukorejo yang juga meminta namanya tidak dimediakan menyampaikan bahwa pihaknya juga menolak pembangunan paving tersebut dan meminta segera dibongkar serta melakukan ukur ulang terhadap lapangan sepak bola tersebut.
“Saya juga menolak pembangunan paving tersebut dan saya meminta untuk segera dilakukan pembongkaran, karena dengan adanya paving tersebut membuat lapangan sepak bola menjadi lebih sempit, lakukan pengukuran dulu baru dipaving karena informasinya masih ada sisa tanah sekitar 2 sampai 3 meter disisi lapangan yang saat ini ditanami tebu,” Ucapnya.
Sementara itu Kepala Desa Sukorejo saat mau di konfirmasi di kantornya, enggan dan nampaknya merasa alergi untuk menemui wartawan terkait dengan polemik proyek paving yang terjadi di Desanya, dan kami hanya ditemui salah satu staf desa yang menyampaikan bahwa Kepala Desa tidak berkenan menemui media.
“Ma’af mas bu kades tidak berkenan menemui,” kata salah satu staf desa Sukorejo kepada media ini.
Terpisah Camat Kunir Yudha Hariyanto, saat di konfirmasi di kantornya, terkait polemik pemasangan paving yang ada di lapangan Desa Sukorejo menyampaikan,”surat sudah saya terima dan sebenarnya itu usulan warga sudah tahun 2019 yang lalu, tapi baru terealisasi tahun ini”,ujarnya.
Lebih lanjut Yudha Hariyanto mengungkapkan,”cuma saya Ndak tau, ini kan ada dua kelompok satunya yang menggunakan lapangan, satunya untuk masyarakat petani yang di situ, saya minta ke Bu inggi coba di musyawarahkan dengan dua kelompok itu”, Pungkasnya.
Reporter : Nizar/anwar





