Jatim

Wisata Mangrove Medokan Ayu Surabaya Kedatangan Para HPI Jatim

Surabaya, Wartapos.id – Berwisata adalah suatu kegiatan mengunjungi suatu destinasi wisata saat kita sedang dalam kondisi stres dan butuh waktu luang (refreshing) pada saat ada waktu luang.

Sebagai kota metropolitan, Surabaya tak hanya memiliki gedung-gedung tinggi menjulang namun juga keindahan alam yang bisa kamu nikmati untuk mendapatkan ketenangan. Salah satu wisata alam yang telah dipoles menjadi spot wisata untuk lebih menarik pengunjung dengan keunikannya yaitu Mangrove yang terletak di Ujung Timur Kota Surabaya, masuk dalam Kecamatan Rungkut, Kelurahan Medokan Ayu.

DPD (HPI) Himpunan Pramuwisata Indonesia JawaTimur Berkunjung ke Wisata Alam Mangrove Medokan Ayu Surabaya, untuk mempromosikan wisata alam Mangrove kepada wisata Asing maupun wisata lokal.

Dalam kunjungan Himpunan Pramuwisata Indonesia DPD Jawa Timur di sambut langsung oleh Ketua Pokdarwis Medokan Ayu di lokasi wisata Mangrove, Sabtu (13/11/21)

Ketua DPD HPI Jawa Timur Sujai Asmed di temui awak media menjelaskan, Salam Wonderful Indonesia salam recovery pariwisata Indonesia di mana HPI ini adalah himpunan pramuwisata Indonesia atau tour gaet yang mendampingi wisatawan mancanegara atau domestik datang ke tempat-tempat wisata yang ada di Surabaya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya.

“Kedatangan kami di sini adalah untuk mengenalkan kepada anggota kami yang di Jawa Timur ini ada sekitar 600 anggota dan ada 12 DPC HPI di Jawa Timur dan ada 34 DPD seluruh Indonesia,” Jelasnya

Jadi kami ini adalah Republik kecil yang punya tugas mulia untuk menginformasikan tentang wisata produk kuliner adat istiadat dan sesuatu yang berkenaan dengan produk wisata.

“Kebetulan ini kami datang ke Mangrove Medokan Ayu harapan kami nantinya kami bisa menjadi corong informasi kepada tamu-tamu kami bahwasannya ini loh Surabaya sebagai Kota Besar kedua setelah Jakarta tidak hanya sebagai kota metropolitan tapi masih ada destinasi wisata yang bernuansa alam yaitu berupa mangrove yang fungsinya sangat bagus sekali untuk abrasi untuk menampung burung – burung yang imigrasi dari Australia bahkan dari kawasan – kawasan di Indonesia ini,” terangnya.

Ini suatu terobosan atau tempat yang bagus sehingga nantinya kami bisa membawa tamu – tamu kami kesini untuk berkunjung di kawasan mangrove yang tidak hanya UMKM tidak hanya kuliner tapi nanti setelah ini kami akan di ajak ke batik yang mana batik ini sebagian bahan dasarnya dari tanaman magrove dan ini luar biasa kearifan lokal yang di miliki warga Medokan Ayu yang bisa untuk tamu tamu yang nantinya akan berkunjung ke kawasan ini, imbuhnya.

Kami berharap semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga kami bisa bertugas menghandle tamu dari mancanegara tamu domestik untuk kami bawa kesini, harapnya.

Sementara di tempat yang sama Ketua Pokdarwis Medokan Ayu Beliau yang juga Dewan penasehat DPP ASPERDA Indonesia H. Tamsir mengatakan, sore hari ini Pokdarwis Medokan Ayu Surabaya kedatangan tamu dari DPD HPI Jatim Himpunan Pramuwisata Indonesia Jawa Timur yaitu rekan-rekan pariwisata gaet gaet senior yang datang di Mangrove ini bisa melihat dari dekat. Beliau beliau itu pelaku wisata yang sudah senior termasuk ada gaet Perancis ada gaet Jepang ada gaet Inggris dan Domestik.

“Untuk kedepannya saya harapkan bisa mendatangkan tamu tamu turis asing maupun domestik yang beliau bahwa untuk melengkapi sititur yang ada di kota Surabaya ini termasuk yang dulunya sititur termasuk ada di kebun binatang di Perak atau di Tugu Pahlawan.sekarang ada mangrove yang ada di Medokan Ayu,” terang Abah.

Untuk spot-spot yang kami andalkan selain spot spot ada tempat foto atau selfie yang sekarang lagi di gandrungi temen-temen wisatawan, ini juga ada sepeda air termasuk ada mainan anak-anak ada yang melengkapi lagi ada orang dewasa untuk berolahraga termasuk nanti kuliner atau senkul sentra kuliner yang ada di yang kita duduki tadi. Jadi selain itu kita juga ada Dermaga yaitu melalui naik perahu untuk ke sana itu ke muara sana untuk
[13/11 13:08] Gatot SAH: tour, tuturnya.

Lanjut Abah Kalau masuk kesini sementara dari pemkot Surabaya masih gratis cuma untuk naik perahu atau sepeda air itu beli mangrove dua biji yaitu Rp5.000, per biji nya Rp 2.500, nanti dengan uang 5000 itu nanti akan ditanam di tambak-tambak yang masih kosong supaya untuk melindungi kita dari khususnya warga masyarakat kota Surabaya untuk dari erosi abrasi sampai bencana bencana alam Sunami seperti yang terjadi di Aceh itu mudah mudahan tidak sampai seperti itu, terangnya.

Magrove medokan ayu dibuka Sudah 2 tahun yang lalu tapi berhubung masa pandemi ini kita break dulu kita libur dulu karena apa namanya sesuai arahan pemerintah kota maupun Indonesia kita harus mengikuti aturan yang berlaku saat ini, pungkasnya.

Reporter : GT

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button