SMKN 1 PROBOLINGGO Persiapkan Siswa-Siswinya Menjadi Entrepreneur Handal


Probolinggo, Wartapos.id – Sesuai program pemerintah bahwasanya SMK harus siap untuk menciptakan sebuah kualitas pendidikan bermutu di era globalisasi, tak luput apa yang telah dilakukan oleh Dwi Anggraeni selaku Kepala Sekolah SMKN 1 PROBOLINGGO dimana untuk menghadapi era digital perlu ada singkronisasi kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri saat ini.
Beliau juga mengatakan bahwasanya SMK tidak lagi hanya dituntut untuk mempersiapkan lulusan siap kerja, akan tetapi harus bisa mempersiapkan siswa untuk menjadi entrepreneur dan siswa juga bisa mengembangkan keahlian dan profesi bisnis dari rumah. Ia juga memastikan untuk SMKN 1 PROBOLINGGO siap menciptakan I-BEST (Inkubator Bisnis, Edukasi, Sains dan Teknologi) guna menyongsong era 5.0.

Ini merupakan terobosan inovatif oleh Dwi Anggraeni selaku Kepala SMK Negeri 1 Probolinggo untuk menjadi CEO yang membuat gebrakan bagi lembaganya dengan program berkelanjutan menciptakan sekolah yang akan menjadikan SMKN 1 Probolinggo sebagai tempat untuk menciptakan lulusan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan sekolah yang juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi lulusannya dalam bentuk pendampingan dan pembinaan berkelanjutan bagi alumni hingga mampu berwirausaha mandiri. Untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya adalah bermitra dengan berbagai IDUKA dan para stakeholder untuk memperluas jejaring kerjasama mengembangkan dan meningkatkan keberadaan lembaga untuk mencapai tujuan.
Sebagai pemangku utama suatu kebijakan pada satuan pendidikan, kepala sekolah harus seperti CEO perusahaan. Harus bisa mengelola sekolahnya dalam mencari dan mengembangkan peluang kerja sama dengan industri dan dunia kerja. Peran penting guru-guru dan instruktur sebagai sektor penunjang berhasil tidaknya program harus terus berlatih mengasah kemampuan demi meningkatkan kompetensinya agar terus sesuai dengan kompetensi yang digunakan dan dibutuhkan oleh industri dan dunia kerja.
Kepala sekolah SMK serupa dengan Chief Eksekutif Officer (CEO) bagi siswa-siswanya sehingga peran kepala sekolah di SMK juga harus mampu berperan sebagai layaknya seorang wirausahawan, Kepala sekolah dituntut harus berani “menjajakan dan mempromosikan” program yang dia bangun di SMK-nya, agar pihak industri tertarik untuk bekerjasama dalam mengembangkan usahanya.
Dengan demikian, maka program Chief Executive Officer (CEO) yang dicanangkan Dirjen Vokasi Kementerian RI mampu diimplementasikan oleh SMKN 1 Probolinggo. Aturan dan budaya industri telah dijalankan, mulai perencanaan, proses produksi hingga memasarkan produk. “Harapan kami arahnya ke sana. Sesuai dengan imbauan dan program Dirjen Vokasi. Meskipun semua itu butuh proses tapi kami tetap memperjuangkan,” ucapnya.
Dalam hal membangun dan bekerjasama untuk mengembangkan usaha dengan pihak industri, SMKN 1 PROBOLINGGO telah berhasil menggandeng PT.Maspion sebagai bentuk pengembangan program usaha sekolah. Okky Tri Hutomo sebagai narasumber saat gelaran workshop Digital Marketing Strategy, Social Media Marketing, dan Sinkronisasi Kurikulum di SMKN 1 PROBOLINGGO menjelaskan, digital marketing merupakan pilihan yang tepat untuk pelaku usaha.
Menurutnya, saat ini perkembangan dunia digital luar biasa. Di Indonesia, saja total populasi penduduknya 272 juta jiwa, namun yang mempunyai gadget sampai 338,2 Juta. “Artinya, satu orang bisa memiliki dua gadget. Indonesia juga merupakan nomor satu di dunia untuk aktivitas bertransaksi online melalui perangkat mobile. Sayangnya, marketplace di Indonesia saat ini banyak yang dimiliki asing,” ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Probolinggo Kiswanto selain itu, perwakilan dari SMK juga hadir. Seperti dari SMK Taman Siswa 1, SMK Sore, SMK Raudlotul Malikiyah, SMK Al-Falah, SMK Muhammadiyah 1, dan SMKN 1 Kraksaan.
Repoerter : Yuris/Saiful





