
Bangkalan, Wartapos.id – Puluhan guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (FGTKHNK) mendatangi kantor DPRD Bangkalan, pada Rabu (12/2/2020).
Kedatangan para tenaga pendidik tersebut dalam untuk mengaspirasikan guru honorer yang berusia di atas 35 tahun agar diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa tes.

Keinginan tersebut disampaikan oleh ketua rombongan FGTKHNK Bangkalan, Lutfi Samsuri saat audiensi di DPRD Kabupaten Bangkalan dan diterima Ketua Komisi D, H.Nur Hasan dan anggota Komisi D, H.Son haji.
Lutfi Samsuri mengakui, kedatangan mereka selain mengajukan keinginan agar guru honorer diatas usia 35 tahun dapat diangkat menjadi ASN tanpa tes, juga menginginkan agar pemerintah menaikkan gaji guru honorer setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) jika keinginan pertama tidak terpenuhi.
“Selama ini, gaji guru honorer hanya berkisar Rp. 15 ribu/jam, bahkan banyak yang dibawah itu. Sehingga dalam satu bulan sekitar Rp 200-500 ribu/bulan. Itu tidak dicairkan setiap bulan, tapi dicairkan setiap tiga bulan sekali menunggu dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) cair,” ujarnya.
Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, H. Nur Hasan menjelaskan jika pemerintah harus mengangkat guru honorer menjadi ASN, maka beban APBN/APBD akan sangat berat.
“Sebenarnya Pemerintah sudah memberikan solusi dengan adanya PPPK, tinggal menunggu Kepresnya. Mudah-mudahan bisa segera selesai. Kalau menjadi PNS apalagi tanpa tes itu terlalu berat menurut saya, yang paling rasional dari tuntutan guru honorer itu adalah penyetaraan gaji guru itu dengan UMK yang bisa menjadi solusi.” Jelasnya.
Dijelaskan Nur Hasan, bahwa Pemerintah Propinsi maupun Kabupaten tidak bisa menggunakan uang negara tanpa ada aturan dan dasar yang jelas dari pemerintah pusat. Dia juga berharap, pemerintah pusat dapat lebih peka melihat fakta di lapangan, bukan hanya melihat data rasio guru yang ada.
“Kalau pemerintah pusat tidak peka terhadap fakta di Lapangan, saya sangat menyayangkan itu,” pungkas Nur Hasan sembari mengakhiri penjelasannya.
Reporter : ahsan
Editor : antonius zie





