

BANGKALAN, Wartapos.id – Pergantian fase gigi dari gigi susu menjadi gigi permanen terjadi di kisaran usia 6 hingga 12 tahun. Usia tersebut adalah usia rentan, karena di usia ini anak sedang gemar-gemarnya makan makanan manis seperti permen, kue, cokelat, dan es krim. Sayangnya, hal ini biasanya tidak diimbangi dengan kebiasaan merawat dan menjaga kebersihan gigi setiap hari. Padahal, potensi sakit gigi terjadi bukan hanya pada orang dewasa, tetapi juga kanak-kanak. Oleh karenanya, sekitar 100 (seratus) anak binaan yatim dan dhuafa Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI) mendapatkan edukasi cara membersihkan gigi yang benar, anak-anak tersebut juga diajak langsung mempraktekkan cara menggosok gigi yang benar pada Minggu (29/09/2019) pagi di halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Jalan Soekarno Hatta Bangkalan.
Sekitar 35 (Tiga puluh lima) dokter gigi hadir pada acara CUKAGI ( Cuci Karang Gigi ), hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan, Moh. Rasuli S.sos MM. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus. jika setiap daerah memiliki kegiatan cukagi, bisa jadi seluruh indonesia tdak akan ada permasalahan gigi lagi.
Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Bangkalan, drg. Purwanti kepada wartapos menyampaikan bahwa kegiatan CUKAGI tersebut merupakan program kerjasama antara PDGI Jawa Timur khususnya di PDGI cabang Kabupaten Bangkalan bersama dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI).
“Ini adalah program yang bersifat sosial, karena disini ini kita mengadakan semacam pemeriksaan atau screening kesehatan gigi dan mulut buat anak-anak Yatim dan duafa. Karena di LMI ada anak binaan untuk di-screening. Setelah itu dari 100 anak akan dipilah, anak mana saja yang membutuhkan perawatan pembersihan atau cuci karang gigi,” jelas Purwanti.
Purwanti juga menyampaikan bahwa dari pemeriksaan tersebut dihasilkan data mengenai jumlah anak yang karies, jumlah anak yang membutuhkan karang gigi. Purwanti juga menyampaikan,” Tadi oleh pengurus wilayah, drg. Yahya disebutkan kalau bisa, kegiatan ini (CUKAGI) dapat dilaksanakan setiap tahun,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, dibagikan pula jenis tanaman yang dapat membantu penyerapan karbondioksida. Tamanan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sedini mungkin.
Bersama PDGI Jawa Timur, program CUKAGI dilaksanakan di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Hingga hari ini, Kapupaten Bangkalan menjadi kota ke-19 bersamaan dengan penghujung rangkaian acara milad ke-24 Laznas LMI. Program CUKAGI menjadi salah satu ikhtiar Laznas LMI beserta para donatur dan mitra yang peduli untuk turut menjaga kesehatan generasi bangsa, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa. (San)





