
Bangkalan – wartapos.id – Bupati Bangkalan R.Abdul Latif Amin Imron secara langsung membuka sekaligus menyerahkan secara simbolis pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Buku Rekening Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 93.331 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bangkalan.
Selain pembagian KKS secara simbolis acara yang digelar di Pendopo Pratanu Pemkab Bangkalan, juga di isi dengan sosialisasi Bantuan Pangan Non Tunai, yang nantinya dapat diakses KPM unuk memenuhi kebutuhan melalui E-Warong atau Bank yang telah ditentukan.
Launching (peresmian) Pendistribusian kartu keluarga sejahtera (KKS) dan buku rekening bantuan pangan non tunai (BPNT) dilaksanakan hari Kamis (20/06/2019). Acara tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron di pendopo Pratanu Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jalan Soekarno Hatta no 35, Bangkalan.
Seremonial tersebut dihadiri langsung oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangkalan. Nampak hadir Wakil Bupati Bangkalan, Drs. Moh. Mohni, MM, Kapolres Bangkalan, AKBP. Boby Pa’ludin Tambunan, SIK, MH, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0829/Bangkalan, Letkol (Arm) Dodot Sugeng Hariadi, SE, Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Bangkalan, Penjabat Sekertaris Daerah Kabupaten Bangkalan , serta sekitar 50 orang keluarga penerima manfaat (KPM) turut hadir untuk menerima kartu secara simbolis.
Ra Latif, sapaan akrab Bupati Bangkalan pada kesempatan tersebut, sangat mengapresiasi dilaunchinnya program KKS dan Bantuan Pangan Non Tunai. Menurut Ra Latif selain memberikan manfaat bagi KPM, program BPNT juga memberikan akses yang mudah bagi penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan, lebih tepat sasaran dan waktu karena bantuan dikirim melalui rekening langsung milik KPM terlebih lagi di Kabupaten Bangkalan sendiri saat ini telah tersedia sekitar 370 Warung Gotong Royong Elektronik atau EWarong yang dalam penyalurannya dibantu pihak Bank BRI.
“Jadi dengan menggunakan metode BPNT ini nanti para penerima manfaat hanya cukup menggunakan kartu KKS saja untuk membeli kebutuhan pokok, berupa beras atau telur melalui E-Warong yang telah tersedia. Perbulan para penerima manfaat akan menerima bantuan sebesar Rp.110.000,- Semoga program ini memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan berupa beras dan telur, sekaligus memberikan nutrisi yang layak dan seimbang pada masyarakat. Jadi perlu di ingat oleh KPM, saldo yang direkening hanya bisa ditukar dengan beras atau telur, jadi tidak bisa untuk beli minyak, pulsa dan kebutuhan selain beras dan telur ,” papar Ra Latif.
“Dengan adanya BPNT ini, dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan dan membantu KPM dalam pemenuhan gizi,” ucap Bupati dalam sambutannya.
Selain itu Bupati juga berharap, agar Tenaga pendamping BPNT yang bertugas mendampingi keseluruhan proses pelaksanaan program BPNT agar proaktif berkomunikasi baik dengan masyarakat serta melaporkan secara berjenjang kepada Bupati untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Seperti diketahui, program BPNT ini merupakan bantuan dalam bentuk kartu kombo yang berisi saldo Rp 110 ribu setiap bulan. Saldo ini dapat ditukarkan dengan sembako di E-warung yang telah bekerjasama dengan Bank BRI.
Jenis sembako yang dapat ditukarkan dibatasi, yakni berupa beras dan telur. Selain kedua jenis tersebut, saldo tidak dapat ditukarkan terutama diuangkan.
Nantinya, jika saldo di kartu kombo tersebut masih tersisa, maka akan diakumulasikan ke bulan berikutnga dan tidak akan hangus. Bantuan ini akan terus diberikan hingga 6 bulan kedepan.
“Saldo yang tersisa nanti tetap berada di kartu tersebut untuk diakumulasikan ke bulan berikutnya dan tidak akan hangus,” ujar Sudono, Pimpinan Cabang BRI Bangkalan.
Untuk saat ini, jumlah PKM di Bangkalan berjumlah 93.331 penerima dan 370 E-warung yang tersebar di seluruh wilayah Bangkalan. (San).





