JatimMitra TNISurabaya

Dandim Surabaya Kenang Keteladanan Mbah Bungkul, Tokoh Bersejarah Kota Surabaya

Surabaya Wartapos.id,– Mengenang sejarah sekaligus menghormati jasa para tokoh penyebar agama Islam di Kota Pahlawan, Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya Letkol Inf Galih Candra Buana, S.I.P., melaksanakan ziarah dan doa bersama di Makam Sunan Bungkul atau Mbah Bungkul, Jalan Taman Bungkul, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Rabu (4/11/2026).

Makam Mbah Bungkul bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh sejarah, tetapi juga menjadi salah satu situs religi dan warisan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Surabaya. Sosok Mbah Bungkul dikenal dalam tradisi masyarakat setempat sebagai tokoh penyebar agama Islam yang turut mewarnai perjalanan sejarah dan perkembangan kehidupan keagamaan di Surabaya.

Dalam kunjungan tersebut, Dandim melaksanakan ziarah dan memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh pendahulu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama juru kunci dan pengurus makam untuk menggali kedekatan sejarah serta menjalin silaturahmi dengan para penjaga warisan budaya dan religi tersebut.

Kehadiran Dandim didampingi Danramil 0830-17/Wonokromo Mayor Inf Abdul Muntolib serta Babinsa Kelurahan Darmo Serka Munawar. Keduanya turut melakukan pemantauan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan situasi di kawasan makam tetap aman serta kondusif.

Dandim Surabaya Letkol Inf Galih Candra Buana menyampaikan bahwa ziarah ke makam tokoh sejarah seperti Mbah Bungkul menjadi pengingat pentingnya menghargai jasa para pendahulu. Menurutnya, nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat menyebarkan kebaikan yang diwariskan para tokoh terdahulu patut terus dijaga oleh generasi penerus.

“Melalui kegiatan ziarah ini, kita tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga belajar menghargai perjuangan para pendahulu. Warisan sejarah dan nilai-nilai kebaikan yang mereka tinggalkan harus terus kita rawat agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan situs sejarah dan religi seperti Makam Mbah Bungkul juga memiliki peran penting dalam memperkuat identitas serta memperkaya wawasan sejarah masyarakat, khususnya generasi muda di Surabaya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban. Melalui kunjungan tersebut, Kodim 0830/Surabaya berharap semangat menghormati sejarah, menjaga warisan budaya, serta mempererat hubungan antara TNI, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus tumbuh sebagai bagian dari upaya merawat jati diri dan kebersamaan Kota Surabaya. (Oni)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button