Turunnya Tegangan Listrik di Tempursari Timbulkan Konflik Sosial, Ketua DPRD Surati PLN Cari Solusi

Lumajang Wartapos.id – Masyarakat desa Bulurejo Kecamatan Tempursari – Lumajang keluhkan turunnya tegangan / voltase listrik yang sudah lama dan mengakibatkan banyak barang elektronik milik warga yang rusak, hal tersebut ditengarai menjadi lebih parah dengan keberadaan SPPG sehingga menimbulkan konflik sosial.
Berdasrkan keluhan warga Tempursaru tersebut, DPRD Kabupaten Lumajang mengambil langkah cepat dengan merespon keluhan warga dan berkirim surat pada pihak terkait.
Ketua DPRD Lumajang Hj. Oktafiani SH. MH. Berkirim surat pengaduan kepada Kepala PLN ULP Tempeh dengan tembusan Kepala PLN ULP Lumajang dengan isi surat untuk segera menindaklanjuti keluhan warga Tempursari terkait turunnya tegangan / voltase Listrik yang mengakibatkan banyak barang elektronik milik warga yang mengalami kerusakan dan menimbulkan konflik sosial.
“Kami DPRD Lumajang sudah merespon keluhan warga Tempursari terkait turunnya voltase listrik, kami berkirim surat kepada Kepala PLN ULP Tempeh dengan tembusan Kepala PLN ULP Lumajang dengan harapan keluhan warga ini segera ditindak lanjuti agar situasi kondusif dan MBG sebagai program nasional tidak menjadi pemicu keresahan masyarakat Tempursari.” Ungkap Hj Oktafiani, Senin (25/05/26)
“Dan alhamdulillah surat kami di respon cepat oleh pihak PLN, permasalahan tegangan listrik di Tempursari sudah teratasi berdasarkan laporan yang kami terima dengan ketentuan :
1. Penambahan jumlah kapasitas trafo
2. Penambahan Jaringan Tegangan Rendah.” Imbuh Ketua DPRD Lumajang.
Semoga dengan kembali normalnya tegangan listrik di Tempursari semua permasalahan bisa teratasi utamanya dalam masalah konflik sosial.
Reporter : Nizar/Anwar





