Heboh Siswi MTs di Pronojiwo Melahirkan Anak Perempuan Siapakah Pelakunya?

Lumajang Wartapos id – Warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, dihebohkan kabar kehamilan seorang siswi MTs hingga melahirkan seorang bayi berjenis kelamin perempuan. Akibatnya, siswi berinisial Mawar tersebut tidak mengikuti ujian akhir dan putus sekolah.
Kabar tersebut beredar di masyarakat beberapa pekan terakhir. Pelaku yang diduga menghamili siswi itu disebut merupakan anak dari oknum kepala desa di salah satu desa di Kecamatan Pronojiwo. Pelaku saat ini masih tercatat sebagai siswa di salah satu SMK di Turen, Kabupaten Malang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah kabar kehamilan Mawar mencuat, ia sempat dibawa ke Malang. Setelah melahirkan, Mawar dikembalikan ke Pronojiwo dan disebut telah melangsungkan pernikahan siri dengan anak oknum kades tersebut.
“Iya, sudah melahirkan anaknya perempuan, kabar itu sudah ramai di sini. Semua orang sudah tahu dan sudah dinikahkan. Nikahnya setelah Hari Raya, setelah melahirkan. Sekarang tinggal di sini di rumah. Kalau cowoknya tetap sekolah, kalau libur baru ke sini,” ujar salah satu tetangga dekat Mawar.
Seorang guru MTs tempat Mawar bersekolah membenarkan bahwa siswi itu telah putus sekolah dan tidak mengikuti ujian akhir. Menurut guru tersebut, orang tua Mawar datang ke sekolah dan menyampaikan anaknya akan berobat dalam waktu lama sehingga memutuskan tidak melanjutkan sekolah.
“Orang tuanya ke sini dan menyampaikan Mawar akan berobat dengan waktu yang cukup lama sehingga memutuskan tidak akan sekolah lagi,” terangnya.
Terpisah, oknum kades yang disebut sebagai orang tua terduga pelaku tidak berada di kantor desa saat hendak dikonfirmasi. Seorang staf desa mengatakan kepala desa sedang ada acara keluarga di luar kota.
“Tidak ada, Pak. Barusan usai rapat keluar pamit acara keluarga keluar kota,” kata staf desa itu.
Konfirmasi melalui WhatsApp kepada oknum kades hingga berita ini diturunkan belum mendapat respons.
Kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini memunculkan pertanyaan di masyarakat terkait proses hukumnya, Publik menyoroti apakah penanganan kasus berjalan sesuai aturan mengingat korban masih dibawah umur, sementara terduga pelaku merupakan anak pejabat desa. (Nzr/tim)





