Oknum Pegawai “Bank Titil” Diduga Kencani Nasabahnya Hingga “Ngamar” di Hotel

Jember Wartapos.id – Oknum Pegawai koperasi atau biasa disebut “bank titil” diduga kerap kali menjalin hubungan terlarang dengan nasabahnya dengan berbagai macam alasan, salah satunya untuk meringankan angsuran dan memperlancar pinjaman.
Salah satu contoh, sebut saja Rif (34) seorang wanita bersuami warga Kencong – Jember yang diduga terlilit hutang hingga merelakan tubuhnya untuk digerayangi oknum pegawai koperasi demi lancarnya usaha pinjam dan meringakan cicilannya.
Rif diduga “ngamar” Di hotel kelas melati diwilayah Jember barat bersama seorang pria sebut saja Dul yang tak lain merupakan pegawai “bank titil” tempat Rif meminjam uang. Kejadian tersebut terendus saat keduanya (Rif &Dul.red) cek in dihotel tersebut dengan mengendari motor masing – masing, pada kamis (11/12/25)
“Saat itu Dul masuk hotel naik motor cowok dengan Nopol P 57xx XX sedangkan Rif mengendarai motor matic honda beat dengan Nopol P 49xx XX, diduga puas memadu kasih didalam kamar hotel keduanya chek out dengan tetap berkendara masing – masing, Rif langsung arah pulang, sementara dul arah ke Yosowilangun nampaknya nagih ke para nasabahnya”, ujar sumber yang mengetahui diantara keduanya.
Rif saat dikonfirmasidi rumahnya menyampaikan bahwa hanya sekali ini, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
“Sekali ini aja, saya nasabahnya, diakan pegawai koprasi Rambi, kemarin itu dikasih 100, cicilan saya 200 tiap minggu, bisa buat bantu angsuran saya itu wes,” Ucapnya, sabtu (13/12/25)
“Tapi saya mohon jangan sampai ibu dan suami saya tahu, saya bersumpah tidak akan mengulangi perbuatan saya yang tidak senonoh ini,” Imbuhnya.
Sementara Dul yang dikonfirmasi via telepon juga menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan dirinya bersama Rif salah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
“Iya mas saya salah, tapi disisi lain saya tidak ada niatan buruk mas, terima kasih atas info dari sampean mas, saya minta ma’af yang sebesar – besarnya,” Ungkapnya yang disampaikan dengan bahasa madura. (Tim/red)





