Mojokerto

Tim KKN BBK 6 UNAIR Dorong Peran Ibu PKK Claket dalam Cegah DBD di Musim Pancaroba Lewat Program GERTAK NYAMUK

Mojokerto Wartapos.id – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) kelompok KKN BBK 6 Universitas Airlangga (UNAIR) Desa Claket mengadakan kegiatan edukatif bertajuk “GERTAK NYAMUK: Gerakan Serentak Basmi Nyamuk” pada Senin (14/07/2025) di Balai Desa Claket, Kecamatan Pacet, Mojokerto.

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah promotif dan preventif berbasis edukasi masyarakat dengan sasaran utama para Ibu PKK. Mengusung pendekatan interaktif, tim BBK 6 Desa Claket menyampaikan materi mengenai bahaya, gejala, dan pencegahan DBD melalui strategi 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, Mendaur ulang, serta tindakan tambahan seperti penggunaan obat nyamuk dan pemantauan jentik secara berkala.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Koordinator program GERTAK NYAMUK, Ni Ken Aulia, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini dilatarbelakangi oleh potensi bertambahnya kasus DBD yang biasa terjadi saat musim pancaroba hasil koordinasi dengan Bu Anis, bidan desa Claket. “Sekarang kan lagi musim pancaroba, ini bisa memicu peningkatan jentik nyamuk. Apalagi banyak warga, terutama ibu-ibu dan keluarganya, bekerja di luar rumah seperti di kebun dan peternakan, jadi kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sangat penting buat ditingkatkan,” ujar Bu Anis.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat tersebut juga menambahkan bahwa edukasi ini bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan kebiasaan bersih dan aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Kegiatan ini kami desain agar para Ibu tidak hanya tahu, tapi juga termotivasi untuk rutin mempraktikkan 3M Plus di lingkungan khususnya di rumah masing-masing,” jelas Ni Ken.

Kolaborasi dan Antusiasme Peserta
Kegiatan penyuluhan ini mendapat sambutan hangat dari para Ibu PKK Desa Claket. Sebanyak 62 peserta hadir, melebihi target awal yaitu 60 orang. Penyampaian materi juga dilakukan secara komunikatif melalui media PowerPoint, diselingi dengan sesi tanya jawab interaktif berhadiah guna menjaga keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung.

Untuk mengukur efektivitas penyuluhan, tim KKN-BBK juga membagikan kuesioner attitude yang menilai pemahaman dan sikap peserta terhadap pelaksanaan 3M Plus. Hasilnya menunjukkan bahwa 48 orang (77%) memiliki sikap positif, sementara 13 orang berada dalam kategori cukup, dan 1 orang dalam kategori kurang. Temuan ini menjadi indikator awal keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan DBD.

Dukung SDGs dan Transfer IPTEK
Program GERTAK NYAMUK menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Universitas Airlangga dalam melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, tim KKN-BBK 6 Desa Claket turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) yang tercermin dari upaya pencegahan DBD melalui edukasi kesehatan dan poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) diwujudkan dengan mengajak masyarakat masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola tempat penampungan air agar tidak jadi sarang nyamuk.

Ke depannya, tim BBK 6 Desa Claket berharap edukasi yang telah diberikan dapat diterapkan secara konsisten oleh masyarakat Desa Claket, khususnya di lingkungan rumah tangga. “Kami berharap kebiasaan melakukan 3M Plus bisa menjadi bagian dari rutinitas warga, sehingga risiko DBD dapat ditekan sejak dini,” ujar Ibu Wiwik selaku Ibu Kepala Desa Claket.

penulis : Ni Ken Aulia

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button