Disinyalir Akibat “Pinjam Bendera” Rehab Ruang Kelas Dan Pembangunan Toilet SDN Barat 01 Dikerjakan Asal Jadi, Harus Dibongkar

Lumajang Wartapos.id – Pasca ramai di berita dibeberapa media online terkait rehab ruang kelas dan pembangunan toilet SDN Barat 01 yang terkesan dikerjakan asal jadi dan diduga tidak sesuai dengan RAB, akhirnya pihak Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Lumajang turun ke lokasi proyek.
Proyek rehab ruang kelas dan pembangunan toilet SDN barat 01 menelan anggaran Rp 161.242.000 yang dikerjakan oleh CV. Cahaya Ismail dengan konsultan pengawas CV. Prisma Design konsultan.
Informasi yang berkembang, proyek tersebut tidak dikerjakan langsung oleh CV. Cahaya Ismail namun dikerjakan pihak lain dengan istilah “pinjam bendera”.
Hal tersebut disampaikan oleh Sunaryo yang mengaku ditunjuk sebagai pelaksana di proyek SDN Barat 01, saat ditemui bersamaan dengan sidak dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang.
“Niki sing garap abah S. (menyebutkan nama asli), abah itu sudah berpesan jangan sampai merubah gambar, saya kan sibuk, cuma disini sudah saya siapkan semua, tinggal besi saja namun sudah saya bilang kalau ambil besi ditoko sesuai gambar dan jarak – jarak begel, dan saya kaget setelah melihat hasilnya, sambunganya juga kurang bagus,” aku Sunaryo. kamis (10/07/23)
Sementara itu salah satu konsultan dari CV. Prisma Design Konsultan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah sering menyampaikan catatan – catatan terkait kekurangan dari proyek tersebut namun tidak pernah di indahkan oleh pihak pelaksana.
“Banyak catatan kami, dan sudah sering kali saya sampaikan kepada pihak pelaksana melalui mandornya dan kata mandornya sudah disampaikan ke pelaksana, karena pihak pelaksana sendiri Direktur CV. Cahaya Ismail sejak saya disini saya tidak pernah ketemu dan yang tanda tangan dibuku direksi saya ya mandornya itu,” ungkapnya.
Disisi lain Kabid Sarpras Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Ahmad Robich usai melihat kondisi proyek di SDN Barat 01 menyampaikan bahwa yang tidak sesuai wajib dibongkar dan dibenahi.
“Ini memang ada beberapa kolom yang tidak sesuai dan sudah dibongkar, dan untuk atap yang bergelombang tetap harus dibenahi walaupun itu beda material namun kita minta tetap untuk dibenahi,” terangnya.
Disinggung terkait pengerjaan proyek tersebut tidak dikerjakan langsung oleh CV Cahaya Ismail dan yang ngerjakan pihak lain, Ahmad Robich mengatakan tidak mau tau, taunya CV. Cahaya Ismail.
“Kalau itu saya pokoknya taunya dari CV. Cahaya Ismail, dan pertanggungjawabannya tetap CV. Cahaya Ismail, nggak mau tau dari pihak lain,” katanya.
Hingga saat ini pihak CV. Cahaya Ismail dan yang diduga “Pinjam bendera”, belum memberikan klarifikasi kepada media ini.
Reporter : Nizar/Anwar





