
Nganjuk, Wartapos.id – Bertempat di RSD Nganjuk dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana ( PPKB ) kabupaten Nganjuk menggelar bakti sosial pelayanan KB MOW dan MOP dalam rangka Hari Keluarga Nasional ( Harganas ) ke 30 Tahun 2023 dan peresmian klinik PKBRS di RSD Nganjuk . Hadir dalam acara tersebut bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH MM, MBA beserta ketua tim penggerak PKK kabupaten Nganjuk Yuni Marhaen, kepala perwakilan BKKBN provinsi jawa timur Dra. Maria Ernawati, MM, perwakilan Kapolres Nganjuk, perwakilan Dandim Nganjuk, kepala dinas PPKB kabupaten Nganjuk Widyasti Sidhartini , sekretaris dinas kesehatan Laksomono Pratignjo, SE, MM, direktur RSD Nganjuk dr. Tien Farida Yani, MMRS, perwakilan direktur RSD Kertosono, direktur RS Bhayangkara, kepala puskesmas se kabupaten Nganjuk, ketua IDI, IBI, PPNI, jajaran manajemen DPJP, kepala instalasi, kepala ruangan, dan seluruh tim PKBRS, serta penyuluhan KB, kader KB, para peserta MOW dan MOP, Sabtu ( 10/06/23 ) .
Direktur RSD Nganjuk dr Tien Farida Yani, MMRS mengucapkan terima kasih kepada bupati Nganjuk yang telah berkenan hadir dalam Bakti sosial pelayanan KB MOW dan MOP dalam rangka hari keluarga nasional ( Harganas ) ke 30 dan peresmian klinik PKBRS di RSD Nganjuk . Ini sebenarnya bukan program baru tetapi sebagai satu program nasional yang baru untuk rumah sakit, kalau pelayanan KB memang sejak dulu di selenggarakan namun sebagai program nasional pelayanan KB di rumah sakit baru di tahun 2022, dan RSD Nganjuk di berikan kepercayaan untuk bekerjasama menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pada hari ini. Kami bersama sama dengan dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana ( PPKB ) kabupaten Nganjuk sudah mempersiapkan jauh jauh hari sebelumnya, untuk memperingati hari keluarga nasional ( Harganas ) ke 30 tahun 2023 ini , ” tandasnya” .
Kita memiliki beberapa akseptor yang akan di lakukan berkenaan menjadi sasaran MOW dan MOP namun pada pelaksanaan screening yang sudah dilakukan pada tanggal 6 dan 7 juni 2023 kemarin ternyata ada beberapa yang tidak memenuhi kriteria sehingga terpaksa tidak bisa mengikuti program MOW dan MOP sekitar 200 orang sampai hari ini ada 157 di tambah lagi hari ini ada 164 di antara nya adalah partisipasi dari 2 bidang 2 perawat juga ikut MOW sebagai peserta dan suami bidan ikut MOP , jadi seluruhnya sudah di lakukan screening mulai pemeriksaan laboratorium, radiologi, pemeriksaan antigen untuk menghindari jangan sampai calon aseptor hamil. Ini sudah kita upayakan seoptimal mungkin tidak terjadi kesalahan dan tidak terjadi kegagalan dalam WOW dan MOP, ” jelasnya ” .

Klinik pelayanan keluarga berencana rumah sakit ( PKBRS ) yang di selenggarakan di RSD Nganjuk sebagai 1 dari 5 progam nasional ingin memiliki 2 sasaran yaitu untuk menurunkan angka kematian ibu dan juga percepatan menurunkan stunting tentunya ini sesuai dengan program nasional dan progam yang di jalankan bupati Nganjuk. Sedangkan pelaksanaan PKBRS tidak hanya melayani metode kontrasepsi jangka panjang ( MKJP ) tetapi juga non MKJP , jadi MOW dan MOP semua dilaksanakan termasuk kondom, pil KB, dan seterusnya. Kegiatan PKBRS adalah untuk melayani komplikasi karena rumah sakit Nganjuk merupakan rumah sakit rujukan tentunya dokter spesialis kami, siap menerima konsultasi pelayanan untuk kasus kasus yang komplikasi atau permasalahan akibat kontrasepsi . Jadi ini bukan hal baru namun dengan pemantapan saya kira seiring dengan program nasional kami bersinergi dengan dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana ( PPKB ) supaya progam dari pemerintah bisa berjalan dengan baik, bukan hanya untuk menurunkan atau mencapai target sasaran KB tetapi menurunkan angka kematian ibu dan juga menurunkan angka stunting, ” imbuhnya” .
Sementara itu kepala perwakilan BKKBN provinsi Jawa Timur Dra. Maria Ernawati, MM mengucapkan terima kasih kepada bupati Nganjuk, direktur RSD Nganjuk dan seluruh jajaran manajemen, kepala instalasi, tim PKBRS, para penyuluh KB, kader KB yang telah mensupport atas terselenggaranya kegiatan ini. Pelayanan KB hari ini sangat luar biasa sekali kegiatan ini dilakukan setiap tahun di RSD Nganjuk dan RS Bhayangkara minimal 2 kali dalam satu tahun dan kabupaten Nganjuk sudah mendukung program BKKBN untuk kabupaten Nganjuk sangat luar biasa sekali, ” ungkapnya ” .
” Pengembangan pelayanan klinik PKBRS pelayanan KB gratis bagi karyawati rumah sakit daerah Nganjuk, pelayanan MOW tubektomi, rujukan pasca persalinan normal tanpa komplikasi dalam waktu 2 X 24 jam dengan pembiayaan mandiri. Sedangkan pelayanan keluarga berencana rumah sakit ( PKBRS ) yaitu metode kontrasepsi jangka panjang ( MKJP ) meliputi MOW, MOP, alat kontrasepsi dalam rahim ( AKDR ), alat kontrasepsi bawah kulit ( AKBK ), dan non metode kontrasepsi jangka panjang ( non MKJP ) meliputi kondom, pil KB, dan suntik KB. Untuk pelayanan klinik PKBRS yaitu pelayanan konseling KB, pelayanan KB pasca salin dan pasca keguguran di klinik PKBRS maupun di rawat inap dan pelayanan rujukan masalah dan komplikasi KB “.
Bupati Nganjuk Dr. Drs. H Marhaen Djumadi, SE, SH, MM MBA dalam sambutannya menyampaikan
pelayanan KB merupakan program perioritas nasional, stunting kita masih di angka 20 prosen, target kita di tahun 2024 harus turun menjadi 15 prosen. Saya tekankan di kesehatan yang paling penting diadakannya promosi kesehatan contoh untuk RSD Nganjuk dan RSD Kertosono mengadakan bakti sosial sunat masal gratis . Pelayanan di dinas PPKB, rumah sakit , puskesmas harus mempunyai pelayanan yang prima supaya masyarakat merasa puas atas kinerja pemerintah daerah hal ini bisa di buktikan bulan Pebruari kemarin ” Alhamdulillah kabupaten Nganjuk juara 1 tingkat nasional dalam pelayanan KB , ” tuturnya ” .
Perlu saya sampaikan sekarang pejabat publik harus melayani mulai forkopimda, polres, kejaksaan, pengadilan dan juga rumah sakit, pelayanan itu adalah kepuasan masyarakat maka dari itu kepuasan itu di pengaruhi yaitu bukti fisik contoh buatlah rumah sakit seperti hotel sehingga orang yang sakit tidak merasakan sakit , jadi ruangan rumah sakit harus nyaman , tenaga medis dan non medis nya selalu ramah tamah, dan murah senyum ketika melayani masyarakat. kecepatan dan ketepatan yaitu tingkat kesalahannya harus nol tidak boleh salah sedikit pun . kepuasan maka dari itu yang di butuhkan bukan tenaga medis yang pintar akan tetapi tenaga medis yang baik. Dan kepuasan itu bisa di bangun dari empati , merasakan apa yang di rasakan pasien dan empati apa yang di rasakan orang lain pada saat sedang sakit , ” pungkasnya ” . ( Adv/Ppkb/ Uzi )




