
Nganjuk, Wartapos.id – Bertempat di ruang paripurna, DewanPerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk menggelar rapat paripurna bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk pada Rabu (15/3/2023). Rapat paripurna DPRD Nganjuk yang telah di putuskan rapat pimpinan DPRD Nganjuk tangggal 11 maret 2023 nomor 172/0573/411.100/2023. Agenda rapat tersebut yakni mendengarkan penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Nganjuk tahun anggaran 2022.
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nganjuk Raditya Haria Yuangga. Turut hadir dalam rapat tersebut diantaranya Plt. Bupati Nganjuk Dr. Drs. H Marhaen Djumadi, SE,SH,MM,MBA pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Forkopimda Kabupaten Nganjuk, dan OPD. Sementara itu wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Raditya Haria Yuangga dalam kesempatannya menjelaskan, LKPJ tahun 2022 ini merupakan laporan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Nganjuk tahun 2018-2023, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022, serta APBD tahun 2022 berikut perubahannya.
Kami baru menerima laporannya. Nanti kita pelajari dengan badan anggaran, kita bahas terkait LKPJ Bupati Nganjuk. Selanjutnya kita tindak lanjuti, ” ungkapnya ” .

Dalam sambutan tentang LKPJ Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengatakan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Nganjuk selama tahun 2022 yakni sebesar 30 triliun. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nganjuk, pada tahun 2022 sebesar 4,84 persen. Beliau mengatakan berbagai capaian Indikator Kinerja Daerah (IKD) yang merupakan gabungan dari Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Sasaran (IKS) yang telah ditetapkan dalam RPJMD tahun 2021-2026, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, inflasi, indeks reformasi birokrasi, tingkat pengangguran terbuka, nilai tukar petani hingga indeks ketahanan pangan.
IPM Kabupaten Nganjuk pada tahun 2021 sebesar 71,97 persen. Sementara pada tahun 2022 sebesar 72,93. Alhamdulillah Kabupaten Nganjuk melebihi standar world bank sebesar 72 persen, ” tandasnya “.
” Sementara untuk inflasi tahun 2022 terkoreksi positif sebesar 5,76 persen. Angka itu jauh lebih baik dari Provinsi Jawa Timur. Angka kemiskinan di Kabupaten Nganjuk ini juga mengalami penurunan, pada tahun 2021 sebesar 11,80 persen dan pada tahun 2022 turun menjadi 10,70 persen. Alhamdulillah Nganjuk juga tidak punya kemiskinan ekstrem, jelasnya ” .
Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Nganjuk pada tahun 2022 juga mengalami penurunan dari 4,80 persen menjadi 4,60 persen.
Hampir semua pencapaian kita melampaui target, kita patut bersyukur akan hal itu, ” pungkasnya ” ( dprd / uzi ) .





