

Sidoarjo, Wartapos.id
Dalam permasalahan tempat pemotongan Unggas yang ada di dalam pasar Sepanjang, dan baru baru ini ada Demo warga sekitar terkait adanya pemotongan Unggas di pasar Sepanjang, yang di rasa sangat menggangu. Apa yang di diami warga dari dua Desa Ngelom dan Wonocolo dengan tegas menolak karena di anggap limbah yang di hasilkan pemotongan hewan airnya sangat menggangu, karena di alirkan ke dalam sungai Mir, karena airnya sungai itu tidak jalan. Permasalahan pasar sebagai tempat perjual dan pembeli yang semua bisa berjialan, namun dengan pemotongan Unggas bau yang di hasilkan sangat menggangu. Dari mediasi yang terakhir tersebut di hadiri oleh Camat, Forkopincam, Kepala Kelurahan, tokoh masyarakat, warga dua Desa , Karang Taruna Ancol,s 42, Dinas Pasar, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, yang bertempat di Kelurahan Wonocolo,Rabu ( 7/12/2022 ).
perwakilan warga yang juga tokoh masyarakat Udin ” mediasi ini yang terakhir dan apabila membadel pedagang , kita lapor SatPol PP biar yang mengobrak. Dan secepatnya harus membuatkan surat demi memperkuat dengan adanya mediasi ini yang terkhir bahwa resmi pedangan harus berhenti beroperasi .
Imam Buchory, dari ngelom meminta maaf! karena apa yang di hasilkan dari pemotongan hewan airnya menyebabkan bau dan mengotori sungai jadi mohon kesempatan untuk bisa berjualan di mana dan point apa yang bisa kami perbuat untuk tidak membuang limbah di sungai Mir, apabila kami tidak mentaati siap untuk di gusur, beri kesempatan satu kali karena kami manusia yang juga punya hajat. Dan mohon petunjuk apabila kami harus ke mana dalam membuang limbah di sungai katanya.
Wabub Subandi , selama ini kita, sediakan mediasi beberapa hari antara warga dan pedagang Unggas, namun kalau harus di tolok warga ,ya kita legowo khususnya penjual dan pemotongan hewan.karena puluhan tahun sudah menempati bedak bedak di dalam pasar, mengapa di tutup, karena pemotongan di mulai jam 12.00 Wib pagi, belum nanti kotoran berupa lar, darah, dan kotoran ayam sangat bau, di tambah airnya tidak jalan. Masyarakat terdampak sangat terggangu. Kita sudah memberikan solusi ke RPH yang ada di Krian untuk pedangang, dan nanti kita fasilitasi dari Dinas Pertanian dan Peternakan, intinya per hari ini, kita tidak memperbolehkan berjualan di pasar dan harus di tutup, pasar hanya untuk penjualan yang lain. Dua lima ton setiap hari pemotongan yang dihasilkan jadi meskipun ada jalan keluar melalui bosem alat penyedotan, tapi ya tidak mampu untuk menampung.
Solusi Wabub” Yang penting melihat dampak lingkungan, dan boleh berjualan, tapi yang jauh dari perkampungan dan juga melihat Amdalnya, terkait perijinanya nanti kita bantu Ujar Wabub yang bersahaja dan tegas ini.
Kemudian sebelum di akhiri wabub memfasilitasi untuk bersalaman warga dengan pedagang unggas karena sejatinya semua itu adalah keluarga dan satu Desa, jangan nantinya ada rasa permusuhan di kemudian hari. ( rif )





