Sambut Dirgahayu RI,Kakemenag Sidoarjo Ikuti Doa Bersama dan Dzikir Kebangsaan di PP. Roudlotul Hasanah

 

Sidoarjo, Wartapos.id – Sambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77, segenap santri dan dewan pengurus majelis dzikir di Pondok Pesantren Roudlotul Hasanah Desa Sumokali Kecamatan Candi, menggelar serangkaian kegiatan yang diawali dengan acara “Doa Bersama dan Dzikir Kebangsaan”. Hal ini tidak lain bertujuan untuk menumbuhkan persatuan, kesatuan dan semangat nasionalisme.

Kegiatan Doa Bersama dan Dzikir Kebangsaan yang dilaksanakan pada Jumat malam (12/08/2022) itu, dihadiri salah satu mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah dari jalur Banten, Abuya KH Gufron Al Bantani. Ia juga Pengasuh Pondok Pesantren Uniq Nusantara di Malang, Jawa Timur. Turut hadir pula Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupatan Sidoarjo,
Drs. H. Moh Arwani, M.Ag., didampingi Surya NU ranting desa Sumokali Ach Saiful berserta Kades setempat Ach Subianto.

Diawali dengan pelantikan Dewan Pengurus Majelis Dzikrul ‘Asyiqiin Ponpes Roudlotul Hasanah, masa khidmat 2022-2024. Kemudian dilanjutkan acara syukuran. Para jamaah diajak membacakan doa bersama “Hizib Gufroni” “Solawat Gufroni” serta “Syiir Gufroni”. Tidak hanya itu, jamaah yang hadir juga diajak melantunkan dzikir kebangsaan sebagai bentuk rasa syukur atas karunia dan nikmat kemerdekaan yang sudah diraih bangsa Indonesia.

Kakemenag Sidoarjo, Drs. H. Moh Arwani, yang juga selaku Ketua MWC NU Candi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada panitia acara peringatan HUT RI dan segenap pengurus Majelis Dzikrul ‘Asyiqiin PP. Roudlotul Hasanah desa Sumokali Kec Candi, Sidoarjo.

“Atas nama Ketua MWC NU Kec. Candi, kami sampaikan terimakasih dan pengharagaan juga apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran dewan pengurus majelis dzikir yang telah dilantik, semoga kedepannya bisa menjalankan amanah secara istiqomah, terlebih dalam mensyiarkan agama,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Abuya KH. Gufron Al Bantani menjelaskan tentang keterkaitan Kemaredekaan RI dengan Nahdlotul Ulama (NU). Disampaikannya, peran ulama sangat besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Termasuk kegigihan para pejuang Tokoh NU yang turut andil memperjuangkan Kemerdekaan RI.

“Kita sudah merdeka, saatnya menghidupkan budaya sillaturrahim, apalagi di Sidoarjo banyak gembongnya Tokoh NU. Hargai mereka, perjuangan para pahlawan dan ulama,” tutur Abuya Gufron.

Di akhir acara, Abuya Gufron Al Bantani mengajak semua jamaah yang hadir untuk mendoakan para pahlawan dan ulama yang telah gugur dalam perebutan kemerdekaan RI, dengan terus membacakan dzikir ghufoni, dengan harapan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT, sehingga negeri ini dijadikan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. ( rif )