Dittipidsiber Polri Tangkap Pelaku Penipuan dan Pencucian Uang.

Surabaya, Wartapos.id – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menangkap YMP (33) pelaku Penipuan Daring dan Pencucian Uang. Sementara pelaku diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/0019/I/2021/Bareskrim. Diketahui pelaku adalah seorang karyawan Swasta.

” Pelaku meminta bantuan pihak ketiga untuk membuat Website Belanja Daring. Selain itu, Website ini juga diketahui menggunakan Hosting di luar negeri,” terang Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi dalam wawancara yang dilakukan secara virtual, Senin 11 Januari 2021.

Terkait Penangkapan itu dilakukan di kawasan Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Sabtu 9 Januari 2021, sekitar pukul 20.00 WIB.

Polisi saat itu telah mengamankan Barang Bukti, yakni 4 (Empat) Unit Handphone Merk Samsung dan Oppo, 1 (Satu) Unit Laptop, 2 (Dua) buah Simcard, 1 (Satu) buah KTP dan 4 (Empat) Buku Cek dari Bank BRI, BCA dan Mandiri dari tangan pelaku.

Pelaku melancarkan aksinya itu dengan cara membuat sebuah Website bernama GrabToko (www.grabtoko.com) yang untuk menawarkan berbagai macam barang Elektronik dengan harga yang sangat murah. Maka hal ini mengundang minat banyak orang untuk berbelanja, namun barang tersebut tidak kunjung dikirimkan.

” Dari keterangan pelaku, diketahui ada sejumlah 980 (Sembilan Ratus Delapan Puluh) Costumer yang telah memesan barang Elektronik dari Situs GrabToko, namun hanya 9 (Sembilan) Customer yang sudah menerima barang pesanan tersebut. Dari 9 (Sembilan) barang yang dikirimkan kepada Costumer itu ternyata dibeli oleh pelaku di ITC dengan harga normal,” tutur Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Adex Yudiswan.

Bahkan diketahui pelaku menyewa kantor di Kawasan Kuningan dan mempekerjakan 6 (enam) orang karyawan Costumer Service yang bertugas bagian untuk meminta tambahan waktu soal pengiriman barang, jika apabila ada konsumen yang bertanya mengapa barang pesanannya kenapa tidak kunjung dikirimkan.

Sehingga ke 6 (Enam) Costumer Service itu yang bekerja dengan dibekali Laptop oleh pelaku, yang ternyata didapat dengan cara menyewa dari orang lain tersebut.

Adapun dalam melakukan proses penyidikan tersebut, Dittipidsiber Bareskrim Polri dibantu oleh dari beberapa Bank, yakni Bank BCA, BNI dan BRI. Bahkan semua pihak Bank juga membantu Penyidik dalam upaya Penanganan Tindak Pidana ini.

Sementara diprediksi kerugiannya total sekitar 17 Miliyar, mulai dari pihak iklan dan pembeli tersebut.

Bahkan pelaku juga disinyalir kuat Menginvestasikan uang hasil dari kejahatannya ke dalam bentuk Crypto Currency dan hal ini akan ditangani melalui Berkas Terpisah.

Terkait dari perbuatannya tersebut, maka pelaku dijerat dengan Pasal 28 Ayat 1 Juncto Pasal 45A Ayat 1 Undang Undang Nomor: 19 Tahun 2016 atas perubahan Nomor: 11 Tahun 2008 dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 82 dan atau Pasal 85 Undang Undang Nomor: 3 Tahun 2011 Tentang Transfer Dana, dengan ancaman maksimal 6 Tahun Penjara dan atau Denda paling banyak Rp.1.000.000.000 (Satu Miliyar Rupiah).

” Di kesempatan ini Dirtipidsiber Bareskrim Polri menyampaikan, bahwa dalam era 4.0 dan perihal memasuki era 5.0 ini, dinamika kejahatan ini menggunakan Media Dunia Maya berkembang terus, polanya sama, menjual Barang Murah untuk hal mengumpulkan Korban, baik berupa Elektronik, Logam Mulia, Kendaraan, Properti dan masih banyak Penawaran yang lainnya juga.

Dihimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan Bujuk Rayu tentang Barang Murah dan sangat menguntungkan sekali.

Diharapkan agar Kroscek terlebih dahulu dan banyak melakukan Riset sebelum terjebak dengan Modus Penipuan serupa ini.

Disamping itu Kami juga selalu memantau dan melakukan upaya ini agar tidak terjadi lagi,” pungkas Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi.

Reporter : Bertus