Reskrim Polsek Semampir Tangkap Maling Motor

Surabaya , Wartapos .id – Usai menggondol sepeda motor di Jalan Wonosari Wetan Gang 1/ B nomor 9 Kelurahan Wonokusumo Kec. Semampir Surabaya, Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditangkap Polsek Semampir Surabaya.

Meski usianya masih belasan tahun, namun kedua anak baru gede (ABG) ini sudah jago mencuri sepeda motor.

Mereka adalah AY (17 tahun) warga Bulak Banteng Sekolahan Surabaya dan MM (19 tahun) warga Jalan. Tanah Merah Indah Kota Surabaya.

Penangkapan kedua pelaku bermula saat petugas opsnal Reskrim Polsek Semampir melaksanakan patroli kewilayahan didaerah Wonokusumo Surabaya pada hari Kamis 31 Maret 2022 sekitar pukul 09 :00 Wib .

Sekitar pukul 10:00 Wib petugas sedang cangkruk digiras Pojok Wonokusumo melihat seorang pemuda mengendarai sepeda motor Honda Scoopy Nopol L-6607-JL.

Karena gerak – geriknya mencurigakan, petugas bersama warga membuntuti dan melakukan pemantauan terhadap keduanya.

Sekitar pukul 10: 30 Wib kedua pelaku mulai beraksi dan hendak mencuri sepeda motor milik korban dengan memasukan alat ke dalam rumah kunci sepeda motor yang diparkir depan teras rumahnya.

Karena aksinya ketahuan oleh warga, keduanya lantas kabur dengan mengendarai sepeda motor. Petugas dibantu warga mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya.

Saat digeledah ditemukan 1 buah kunci leter T yang dibuat sarana untuk melakukan kejahatannya ,” ujar Kapolsek Semampir Surabaya Kompol Ari Bayuaji Jum’at (01/04/2022).

Kedua maling itu sempat dihujani bogem mentah oleh warga yang sudah geram dengan aksi para pelaku.

Untuk menghindari amuk massa, mereka diamankan ke Mapolsek Semampir untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Untuk barang bukti (BB) yang diamankan yakni 1 unit sepeda motor Honda Scoopy, warna merah Nopol L – 4741 – OG, 1 unit kunci kontak, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy, warna merah hitam dengan Nopol L – 6607 – JL, 1 unit sepeda motor Honda, 1 buah kunci shok, 1 buah kunci lok, 2 buah kunci T.

Akibat ulahnya, para tersangka akan dijerat pasal 363 ayat (1) ke 4 jo 53 KUHP UU RI nomor 11 tahun 2012 tentang sitem peradilan pidana anak,” pungkasnya.

(Gtot)