JatimNganjukPendidikan

SMAN 1 Patianrowo Menjadi Pilot Project Sekolah Penggerak di Kabupaten Nganjuk

 

Nganjuk, Wartapos.id -Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi literasi , numerasi, dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul kepala sekolah dan guru.

SMAN 1 Patianrowo menjadi Field Project di kabupaten Nganjuk Progam sektor sekolah penggerak menghadapi generasi yang akan datang, sistem pendidikan yang mengarah paradigma baru seperti guru di diklat ( IHT ) untuk menyiapkan pembelajaran yang berpihak kepada murid, guru siap merubah memanfaatkan IT sebagai salah satu media pembelajaran berbasis teknologi, dalam menyiapkan visi pembelajaran berprofil pelajar Pancasila guna bersama dengan seluruh warga sekolah berupaya Melalui pembentukan budaya positif sekolah. Hal ini dilakukan melalui tahap sosialisasi baik kepada guru, murid orang tua dengan mengevaluasinya.

Selain juga menumbuhkan dimensi kemandirian pada murid sekolah menerapkan pembelajaran berbasis Project dan bekerjasama dengan PT maupun masyarakat dalam mengembangkan potensi tersebut, yang menjadi ikon saat ini adalah pengolahan minuman herbal ( tanaman rempah rempah ) bekerja sama dengan UNISMA dan tokoh masyarakat dalam memproduksinya. Memenuhi kebutuhan belajar siswa akan diterapkan pembelajaran berdiferesiansi yang akan di kembangkan melalui komunitas praktisi dan MGMP serumpun di sekolah.

Kegiatan yang telah kita terapkan adalah tiga tema kegiatan Yaitu kewirausahaan, bhineka tunggal Ika dan bangunlah jiwa raga, ” tema kewirausahaan ” maksudnya membuat karya dengan memanfaatkan limbah plastik, membuat makanan ringan, dan membuat plastik ecoprint. ” Tema bangunlah jiwa raga ” maksudnya membudidayakan tanaman herbal ( toga ) penelitian ilmiah covid-19 di beberapa desa di lingkungan sekitar murid dan mengolah atau memproduksi minuman herbal instan. “Tema bhinneka tunggal Ika maksudnya ” membuat mural anti perundungan dan dilanjutkan dengan sosialisasi program anti perundungan, membuat Mading tiga dimensi tentang budaya nasional dan internasional, membuat cynematographi merekatkan toleransi bangsa.

Program anti perundungan Ada 30 siswa siswi SMAN 1 Patianrowo yang terseleksi dari program ROOTS didalam pelajaran selama 10 kali pertemuan ada dua guru sebagai fasilitator yaitu Suprihanto, S.Pd dan Usnul Cholifah, S.Pd dari 30 siswa yang terseleksi akhirnya jadi agen anti perundungan.

SMAN 1 Patianrowo akan membuat unit kewirausahaan sekolah ( UKS ) yang bekerja sama dengan UNISMA dan UNMER untuk membranding sekolah ” Entrepreneur berkearipan lokal seperti membuat jamu. Melaksanakan merdeka belajar, sekolah akan akan melaksanakan pembelajaran berdiferesiansi hal ini dilakukan melalui IHT ( workshop ) pembentukan komite pembelajaran pembetukan komite praktisi pembetukan literasi, serta MGMP serumpun dalam upaya menyusun modul ajar proses pembelajaran dan asesmen berdiferesiansi. dan untuk kelas XII menumbuhkan kesadaran melanjutkan ke PT melalui kunjungan kampus yang di lakukan di Malang dan untuk menciptakan kreativitas dalam berwirausaha sekolah mengundang dinas tenaga kerja dan tokoh-tokoh entrepreneur sebagai motivator murid.

Pemerintah provinsi Jawa timur dinas pendidikan SMAN 1 Patianrowo kepala Sekolah Pujianto, SPd. S.Sos. ME dan tiga guru sekolah penggerak Iin Yuristin N , S.Pd , M.MPd . Maslachah, S.Pdi , M. Pd . Usnul Cholifah, S. Pd , mengatakan setelah ikut program Sekolah penggerak ini harapan kita akan membawa paradigma baru atau model pendidikan yang mengarah ke paradigma baru, guru harus berubah model, dan gaya pembelajaranya. Sehingga yang dikatakan merdeka belajar disini bahwa anak anak itu harus diberi peluang sesuai bakat dan minat sehingga guru harus menghamba ke siswanya.

” Lanjunya Guru harus kaya dengan model pembelajaran yang mengikuti perkembangan eranya dengan anak, kalau sekarang jamannya IT di harapkan guru sudah menerapkan model pembelajaran berbasis IT dan memanfaatkan plavon-plavon pembelajaran yang sudah ada sehingga anak nantinya akan terlayani semua. Dan karakter yang di inginkan anak harus mengacu pada profil pembelajaran Pancasila nomor satu harus percaya kepada Tuhan yang maha esa, anak memiliki pemikiran yang kritis, analistis, gotong royong, Kerjasama kemudian memiliki wawasan kebhinekaan global karena eranya sekarang globalisasi sehingga anak mempunyai wawasan yang luas bahwa dunia ini luas disinilah kita bekali pemahaman karakter-karakter sedini mungkin ” , ” imbuhnya ” .

Sekolah penggerak dulu pembelajaran guru masih dominan teacher center sekarang kita sudah berubah student center dari sini harapannya anak harus diberikan pembekalan, kurikulum sekolah penggerak itu diantaranya murid selain 70 persen di teorinya dia harus kaya di bekali berupa pengalaman langsung atau realita sosial yang akan datang sehingga dikemas lah dalam Project atau penugasan yang orientasinya tetap mengacu pada profil pelajar Pancasila, kita disuruh memilih tema masing masing sekolah sehingga tidak sama sekolah satu dengan yang lainnya, karena kita harus menganalisa kekuatan masing-masing sekolah.

Kelas XII di masa pandemi ini anak-anak yang berminat kuliah atau melanjutkan ke perguruan tinggi sedikit, langkah kami sudah semaksimal mungkin anak anak tetap melanjutkan ke perguruan tinggi, saya mengundang orang tua berdialog memberi motivasi, bahkan alumni saya datangkan untuk giat memberi motivasi ke adik-adiknya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, ke dunia kerja atau dunia industri. Kita juga bekerjasama dengan dunia usaha kemarin kita mengirim anak anak ke kampus , hampir 8 perguruan tinggi kita kunjungi seperti UN, UB, UIN, politeknik negeri malang, Umer Malang dan universitas Muhammadiyah Malang, harapan kami anak anak mempunyai mimpi besar kalau belum bisa kuliah tahun ini mungkin bisa kuliah tahun yang akan datang, usaha kami memacu bahwa anak didik kami harus kuliah sehingga nanti di era yang akan datang anak anak sudah siap menghadapi tantangan, ” tuturnya ” . ( Uzi )

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button