BangkalanJatimMitra Polisi

Penjelasan Polres Bangkalan terkait suara ledakan di Lapangan Pacuan kuda

Kondisi lubang bekas ledakan di lapangan pacuan kuda Kemayoran, Bangkalan, Madura. (Foto:Ahsan for wartapos.id

Bangkalan, Wartapos.id – Warga Kelurahan Kemayoran, Bangkalan terusik tatkala Selasa (28/05/2019) siang, sekitar pukul 12.15 WIB terdengar suara ledakan yang teramat keras hingga dapat didengar dari jarak sekitar 5 kilometer dari titik terjadinya ledakan. Ledakan keras tersebut menimbulkan bekas lubang yang berdiameter sekitar 5 meter dengan kedalaman 1 meter lebih di lapangan pacuan kuda, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, Madura.

Dari pantauan wartawan wartapos.id di lapangan, warga sekitar langsung berduyun-duyun mendatangi lokasi ledakan. Lokasi yang berada dekat dengan batas pantai disebelah baratnya tersebut merupakan lokasi yang sepi pada hari biasa, terutama dalam bulan Ramadhan ini, mendadak ramai oleh warga yang ingin tahu ada kejadian apa sebenarnya.

Lapangan pacuan kuda tersebut, terletak sekitar 300 meter dari akses jalan raya, namun, disebelah Utara lokasi, terdapat perumahan Royal Garden, yang berjarak sekitar kurang lebih 150 meter dari lokasi ledakan tersebut.

Guna meredam munculnya beragam asumsi publik, terutama penyebaran informasi melalui media sosial (medsos), Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bangkalan, AKP David Manurung, SE, S.I.K mengungkapkan bahwa suara ledakan itu berasal dari pemusnahan barang bukti bahan petasan.

“Itu lho yang tadi kalian liput saat pers rilis. Ada enam karung di tabur di situ (dari total 13 karung bahan baku petasan yang disita), mungkin terkena panas matahari, sehingga meledak” ungkap David.

David meminta agar penyebab kejadian itu diluruskan. Sehingga tidak memunculkan asumsi publik yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Pj Kassubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno, SH, MH menambahkan, pemusnahan barang bukti mesiu petasan itu sudah ditempatkan di tempat yang jauh dari pemukiman.

Ternyata masih menimbulkan efek. Sekali lagi, kami Polres Bangkalan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tutur Suyitno.

Saat ini, lanjutnya, anggota Satreskrim Polres Bangkalan tengah berada di lokasi pemusnahan bersama aparatur kampung setempat.

“Sekalian pengecekan rumah warga yang terdampak. Insyaallah ada solusi akibat dampak ledakan,” tandasnya.

Ledakan itu terjadi beberapa jam setelah Polres Bangkalan menggelar pers rilis hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan mulai 15 Mei sampai 26 Mei 2019. (San)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button