BNN provinsi Jatim serta BNN kota Surabaya gelar senam sehat anti narkoba.

Surabaya, Wartapos.id – Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) merupakan kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime yang mengancam dunia.
Puluhan Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur bersama BNNK kota Surabaya, tadi pagi mendatangi Jalan Kunti Surabaya.
Bahkan tidak hanya disitu saja, Anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya juga nampak hadir dalam kegiatan tersebut.
Kedatangan kedua Badan Narkotika tersebut bukan ingin menggerebek maupun melakukan penangkapan di kampung tersebut, namun kedatangannya adalah untuk melaksanakan kegiatan wisata senam sehat Anti Narkoba, pada Minggu (07/11/2021).
Wisata senam tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan meningkatkan imun dimasa pandemi, kali ini Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur bersama BNN Kota Surabaya mengadakan wisata senam sehat Anti Narkoba.
Wisata senam kali ini digelar di Jalan Kunti Surabaya. Dalam kegiatan ini yang diikuti oleh puluhan ibu – ibu serta kaum muda terasa sangat antusiasme, pasalnya pasca mengadakan senam, BNN juga berbagi paket sembako untuk peserta senam tersebut.
Kepala BNNP Jatim Brigjenpol, Drs Mohamad Aris Purnomo menjelaskan, Dalam kegiatan wisata senam sehat Anti Narkoba ini penyalahgunaan dan peredarannya harus diberantas dan ditangani secara komprehensif serta menyeluruh dari semua elemen bangsa.
Seperti yang diungkapkan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan ke seluruh kapolda untuk membentuk Kampung Tangguh Narkoba di wilayah masing-masing guna pencegahan serta pemberantasan peredaran gelap, penyalahgunaan narkotika, dan obat-obatan terlarang di tengah masyarakat.
Aris meminta Kampung Tangguh Narkoba diciptakan di seluruh wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak guna menekan peredaran gelap narkoba.
Kampung Tangguh Narkoba dibentuk jajaran kepolisian serta menggandeng pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait.
Aris menginginkan, setiap Kampung Tangguh Narkoba memiliki daya cegah dan daya tangkal terhadap ancaman narkoba.
Terhadap peredaran narkoba yang ada segera bisa diinformasikan kepada pihak kepolisian sehingga masyarakat memiliki daya cegah dan daya tangkal.
Mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan narkoba diperlukan ketahanan yang kuat dan keterlibatan masyarakat sebagai garda terdepan untuk menanggulangi permasalahan tersebut demi melindungi generasi bangsa dari lingkaran hitam narkoba.
Reporter : GT/BNN Jatim





