Berawal Dari Polemik SKAB Hingga Berujung “Tambang Lumajang LOCKDOWN”

Lumajang Wartapos – Sebelumnya paguyuban sopir Lumajang “Ngluruk” ke Pemkab Lumajang guna meminta kepada Bupati Lumajang dan Kapolres Lumajang untuk menertibkan carut marut perihal mahalnya SKAB (Surat Keterangan Asal Barang), namun hal tersebut belum membuahkan hasil dan menambah polemik yang ada di tambang pasir makin meluas, seperti murahnya harga pasir di tingkat stockpile – stockpile dan tata kelola pertambangan masyarakat yang tidak terorganisir, hingga berujung tambang pasir akan di lockdown.

Moch. Sofyanto selaku Ketua DPC APRI (Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia) Lumajang membenarkan akan hal tersebut dan kepada media ini pihaknya menyampaikan bahwa sudah melakukan rapat dengan anggota paguyupan sopir angkutan pasir Lumajang dan para pengusaha penambang pasir Lumajang yang di fasilitasi Pemerintah Daerah Lumajang di Pendopo Kecamatan Pasirian tanggal 22/06/2021.

“Dalam rapat tersebut ada beberapa poin yang disepakati diantaranya, menyikapi harga jual pasir yang sangat murah ditingkat stockpile, tata kelola pertambangan pemberdayaan masyarakat sekitar (tambang pompa) yang tidak terorganisir, pengorganisasian tambang masyarakat (pompa dan manual) dan penentuan harga jual di tingkat stockpile,” Jelasnya, kamis (24/06/21)

“Untuk menunjang langkah – langkah perbaikan tersebut APRI bersama seluruh anggota paguyupan sopir angkutan pasir Lumajang sepakat melaksanakan mogok aktifitas produksi dan penjualan, yang kita beri nama TAMBANG LUMAJANG LOCKDOWN JILID 1, pada tanggal 25 juni 2021 s/d 02 juli 2021,” Lanjutnya seperti yang tertulis dalam surat pemberitahuan kepada Bupati Lumajang dari DPC APRI Lumajang Nomor 01/DPC_APRI/VI/2021 tertanggal 23 juni 2021.

Surat pemberitahuan APRI Lumajang perihal Lockdown

Sementara itu Sujak salah satu pengusaha tambang pasir yang juga pemilik CV Lapas menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan bersama antara para pengusaha tambang pasir Lumajang dengan para paguyuban sopir armada pasir Lumajang sepakat untuk melakukan lockdown guna meningkatkan harga jual pasir.

“Kita para pengusaha tambang pasir, pemilik armada dan koordinator sopir truk sudah menghadap bapak Bupati, itu semua demi kelancaran bersama baik pengusaha tambang, pemilik armada serta para sopir, karena selama ini kan yang mengambil harga pasir murah itu stockpile, jadi sebenarnya armada itu kan cuma salah paham saja, sebab dari dulu tidak pernah singkron dengan pengusaha tambang pasir, kalau semuanya bersatu baik pengusaha, pemilik armada dan stockpile insya Allah harga pasir akan naik dengan sendirinya,” Terangnya, Rabu (23/06/21)

“Insya Allah berdasarkan kesepakatan bersama akan dilakukan lockdown untuk tambang pasir di Lumajang, kecuali di Pronojiwo yang arah ke Malang karena di daerah Pronojiwo tidak ada stockpile, namun yang kearah Candipuro ataupun Pasirian itu tidak boleh yang dari Pronojiwo,” Imbuhnya.

Lebih jauh Sujak memaparkan, berdasarkan kesepakatan bersama para pengusaha tambang pasir, untuk daerah Candipuro hingga ke ujung timur tidak diperkenankan untuk berproduksi.

“Mulai dari Candipuro hingga keujung timur, itu dari tambang tidak boleh berproduksi, kalau stockpile mau menjual pasir yang sudah ada di stockpilenya ya oke – oke saja tidak masalah,” Tukasnya.

“Hal ini dilakukan untuk mengsingkronkan armada dan pemilik stockpile agar harga pasir di stabilkan, supaya harga pasir bagus, dan menaikan PAD Lumajang.” Tambahnya

Sujak menjelaskan saat menghadap Bupati Lumajang, pihaknya menyampaikan hasil rapat bersama di pendopo Kecamatan Pasirian dimana dalam rapat disepakati akan mogok bersama alias lockdown.

“Saat kami menghadap bapak Bupati kemarin malam kami sampaikan hasil rapat bersama di pendopo Kecamatan Pasirian, dimana kami menginginkan adanya lockdown,” Ujar Sujak.

Terpisah, Hanafi selaku koordinator sopir truk pasir membenarkan akan adanya kesepakatan untuk melakukan lockdown.

“Kita sudah menghadap bapak Bupati melaporkan hasil rapat di pendopo Kecamatan Pasirian, dimana hasil rapat menyepakati untuk lockdown, guna mendongkrak harga jual pasir itu sendiri.” Ucapnya via telepon. (nzr/war)