SIRKUIT LINTASAN SEPATU RODA BERSTANDAR INTERNASIONAL BANTREK 90 METER

Malang, Wartapos.id – Kini Provinsi Jawa Timur akan mempunyai sirkuit Lintasan sepatu roda berstandar internasional berpedoman pada buku “workskate” dari Italia yang saat ini sedang dibangun dan dikerjakan oleh Tim Pelaksana (Timlak)di Taman Wisata Tambuh Irama
Desa Condro Kabupaten Lumajang.

Dengan hanya memakai dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Partai Politik yaitu sebesar Rp.442.705.000 Tahun anggaran 2020 kini tanah kas desa (TKD) atau lebih dikenal dengan nama tanah bengkok seluas sekitar 3,5 ha ini selain terdapat obyek wisata Taman Wisata Tambuh Idaman Raya (TIR) desa Condro yang sudah dilengkapi dengan fasilitas kolam renang juga Persatuan Sepatu Roda Indonesia (Porserosi) Kabupaten Lumajang sedang membangun sirkuit Lintasan sepatu roda berstandar internasional.

Proyek pembangunan sirkuit lintasan sepatu roda ini dimulai sejak bulan November tahun 2020 sampai sekarang sudah mencapai 90% dengan “bantrek” 90 mtr dengan kemiringan memang dibuat lintasan berstandard internasional.
“Dengan memakai kemiringan “bantrek” 90 mtr maka pemakaian lintasan sangat maksimal jika atlet sepatu roda bermain dan meluncur dengan kecepatan tinggi ” kata pak Antok ketua tim pelaksana (Timlak) proyek pembangunan sirkuit di lintasan sepatu roda desa condro saat ditemui awak media berada di lokasi.

Lain dengan lintasan Kanjuruhan Kabupaten Malang dengan hanya memakai kemiringan bantrek 60 mtr. sangat berdampak pada kurangnya tekanan kecepatan sepatu roda saat Atlet meluncur dan mempergunakannya.
“lintasan sepatu roda ini sama dengan lintasan sepatu roda di SMANOR yang berada di kota Sidoarjo yaitu memakai BANTREK 90 mtr” imbuh pak Antok ketua Tim pelaksana proyek pembangunan yang juga orang kota malang itu.

Sementara Ketua Persatuan Sepatu Roda Indonesia (Porserosi) Kabupaten Lumajang Yuli Haris saat dihubungi via ponselnya mengatakan bahwa ” kami akan kawal proyek pembangunan sirkuit lintasan sepatu roda di desa Condro ini dengan mutu kwalitas yang bagus dengan mempergunakan sistem “Cor beton Laser” agar mencapai titik hasil yang maksimal ” ungkap Wanita Asli lumajang yang hobby juga mantan Atlet sepatu roda Indonesia ini.

Namun ada sedikit kendala pemakaian lintasan pada saat atlet sepatu roda Indonesia (Porserosi) Kota Malang mencoba try out lintasan desa Condro tersebut sebab memang pada saat ini proyek pembangunan nya belum jadi 100 % pemakaiannya.
” di lintasan trek masih banyak bangunan cor yang bergelombang dan tidak rata sehingga masih membutuhkan konsentrasi tinggi saat atlet meluncur memakai lintasan tersebut untuk menghindari insiden jatuh ” kata beberapa Atlet sepatu roda kota malang yang hari Kamis (25/3) mencoba latihan try out di lintasan Condro tersebut

Reporter : Didik