Tanpa pengawasan, pabrik tahu memakai bahan bakar ban bekas

Ban bekas yang di buat pembakaran.

Pasuruan, Wartapos.id – Ditengah gencarnya pemerintah mendorong perekonomian di sektor industri dan perdagangan tampaknya kurang ada peran aktif dan kontrol dari pemangku pemerintahan di tingkat bawah

Tampak di sektor usaha kecil pabrikan tahu di wilayah Desa Prodo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan

Tidak disertainya dengan pembekalan pengetahuan mengenai dampak polusi dan juga faktor kesehatan menjadikan pabrikan skala kecil tersebut menjadi sorotan awak media Wartapos saat berkunjung pada Sabtu (17/10/2020) ke pabrik tersebut

Produsen makanan tersebut tampak menggunakan ban bekas yang dicampur dengan kayu sebagai bahan bakar utama untuk memasak makanan merakyat tersebut

Sisa – sisa pembakaran

tanpa menghiraukan zat berbahaya yang terkandung seperti karbon monoksida, sulfur oksida, nitrogen oksida serta partikel-partikel beracun lainnya yang notabene nya akan juga meracuni makanan yang dimasak, belum lagi sisa pembakaran ban bekas juga akan meracuni tanah dan juga air.

bekas atau masih baru, bahan baku ban terbuat dari karet (dengan kandungan kimia Isobutene Isoprene Rubber-IIR*1). Jika dibakar, pembakaran yang terjadi adalah pembakaran tidak sempurna yang akan menghasilkan gas karbon monoksida (CO), ditandai dengan asap yang sangat hitam, dan gas karbon dioksida (CO2).

Apabila gas CO terhisap melalui pernafasan, gas tersebut akan bereaksi dengan haemoglobin dalam darah, sehingga dapat menghambat transfer oksigen yang membahayakan kehidupan manusia

Ditemui Wartapos Ferdi (40) selaku pengelola pabrik tahu mengutarakan bahwa dia mengetahui dampak yang akan terjadi ” akan tetapi bagaimana lagi pak, kan itu (ban) hanya sebagai campuran bahan bakar saja” ujarnya saat di Wartapos menjelaskan bahaya yang akan ditimbulkan

Saat di konfirmasikan kepada Lukman Hakim selaku Kepala Desa Prodo mengenai kegiatan produksi tersebut yang berlangsung di wilayahnya dan berpotensi membahayakan warga sekitar akibat asap yang ditimbulkan, sungguh diluar dugaan jawaban yang disampaikan terkesan tutup mata dan menyarankan agar tidak mengusik usaha tersebut

Tentu saja hal ini memancing kecurigaan tersendiri dan tanda tanya besar.

Reporter : Rochman