Probolinggo: Solidaritas Keluarga Besar SDN Kanigaran 3 Bertakziah Kerumah Guru Korban Kekerasan Siswa

Probolinggo, Wartapos.id – Keprihatinan sejumlah tenaga pendidik terhadap nasib yang dialami Achmad Budi Cahyono (alm), seorang guru di SMAN 1 Torjun Kabupaten Sampang Madura yang meninggal dunia akibat kekerasan yang dilakukan oleh siswanya sendiri, datang dari segala penjuru nusantara.
Hal ini menjadi pembelajaran, bahwa peran guru disekolah masih rawan terhadap bentuk kekerasan. Sebagai rasa solidaritas terhadap almarhum, maka keluarga besar SD Kanigaran 3 Kota Probolinggo melakukan kegiatan takziah kerumah duka di Kabupaten Sampang beberapa hari lalu.
Rombongan takziah tenaga pengajar dan tenaga TU kota Probolinggo yang di pimpin Kepala sekolah SD Kanigaran 3, Nur Wahyudi ini disambut keluarga almarhum Achmad Budi Cahyono.
“Kegiatan takziah ini sebagai bentuk solidaritas kami kepada almarhum sebagai tenaga pendidik. Diharapkan dengan kejadian ini, kedepan tidak akan pernah ada lagi hal seperti ini.”Ujar Nur Wahyudi saat ditemui diruang kerjanya usai pelaksaan takziah tersebut.

Seperti diketahui peristiwa ini berawal dari dalam kelas saat korban mengisi pelajaran di kelas XII. Korban menegur pelaku karena tidak menghiraukan pelajaran yang disampaikan korban.
Sampai beberapa kali ditegur, pelaku tetap tidak menghiraukan sehingga terjadi debat antara keduanya. Setelah perdebatan terjadi, pelaku kemudian menganiaya korban, Kamis (1/2).
Siswa SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, berinisial HI kini diamankan polisi setelah menganiaya gurunya, Ahmad Budi Cahyono, hingga meninggal dunia. HI diamankan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sampang, Jumat (2/2) dini hari di rumahnya. (Rul)





