Lumajang

Diduga Usai Dipotong, Honor RT/RW Dan Guru Ngaji Desa Nguter Dikembalikan.

Lumajang Wartapos.id – Informasi pemotongan Insentif Rt/Rw dan honor Guru Ngaji di Desa Nguter Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades) menjadi perbincangan hangat di masyarakat, meski kabarnya honor yang dipotong sudah dikembalikan.
Menurut keterangan salah seorang RT yang enggan disebutkan namanya, Rabu (13/5/2020) siang, mengatakan, jika pemotongan Insentif Rt/Rw yang setiap bulannya dipotong sebesar Rp 15.000 dan  20.000 sampai Rp 50.000 untuk honor Guru Ngaji, dalihnya untuk administrasi desa/pembelian buku, bolpoin dan penggaris.
“Katanya sih untuk administrasi, pembelian buku, bolpoin dan penggaris mas,” ujarnya.
Ia juga menginformasikan, kalau pada Senin (11/5/2020 ) malam, mereka mengembalikan honor yang sudah dipotong dikarenakan sudah ada ‘kasak kusuk’ dan takut makin ramai diperbincangkan hingga takut didengar wartawan.
“Mengapa pemotongan Insentif rt/rw dan pemotongan honor guru ngaji di kembalikan malam itu, karena takut mencuat di koran informasinya begitu,” Ungkapnya.
Dijelaskan, di Desa Nguter ada 72 Rt dan 10 Rw, untuk Guru Ngaji jumlahnya ada 19. Namun menurutnya, diberikan hanya 11 Guru Ngaji.
“Pemotongan Insentif Rt/Rw dilakukan oleh oknum kaur keuangan yang berinisial MKR. Sementara untuk pemotongan honor Guru Ngaji dilakukan oleh oknum kaur kesra inisial SG. dikembalikan malam yang lalu setelah sholat teraweh bertempat di balai Desa Nguter,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Nguter saat hendak dikonfirmasi di kantornya  terkait hal tersebut, sedang tidak ada, menurut keterangan staf Desa yang berada di kantor Desa, Kades sedang keluar. Dan saat kami hubungi via telp hanya terdengar suara sambung namun tidak terangkat.
reporter : Nizar/Anwar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button