Kapolsek Yosowilangun Iptu Suhari, korban gantung diri
Kapolsek Yosowilangun Iptu Suhari, dan foto korban gantung diri
Lumajang Wartapos.id – Adanya peristiwa gantung diri yang terjadi di pasar Yosowilangun kemarin (28/01/2020), dimana diketahui korban bernama Yudi (41 thn) Warga tekung Kecamatan Tekung membuat sejumlah warga bertanya, benarkah itu murni peristiwa gantung diri ?
Salah satu warga Yosowilangun yang enggan namanya dimediakan mempertanyakan peristiwa tersebut, pasalnya setelah melihat foto korban gantung diri nampak kaki masih menyentuh papan pijak dan tidak menggantung sewajarnya orang gantung diri.
“Kayaknya bukan gantung diri, buktinya dilihat dari fotonya kaki masih berpijak pada papan, kalau gantung mestinya tidak menempel, dan tanda – tanda yang lain tidak nampak.” Ujarnya.
Hal tersebut juga disampaikan oleh Wagito Kepala pasar Yosowilangun, bahwa pihaknya juga merasa janggal atas kejadian tersebut.
“Kami juga merasa janggal karena melihat lokasi kejadian tidak amburadul, dan kaki masih menyentuh papan, saya juga sudah tanya ke kanit reskrim polsek Yosowilangun katanya sudah berhubungan langsung dengan keluarganya.” Ungkapnya.
Semetara itu Kapolsek Yosowilangun Iptu Suhari melalui via telpon, sabtu (01/02/2020) menyampaikan bahwa hasil visum dari RSUD Lumajang sudah bisa dipastikan itu bunuh diri.
“Ya kemarin memang banyak yang meragukan bahwa peristiwa itu bukan bunuh diri, oleh karena itu kami bawa korban ke RSUD untuk dilakukan otopsi namun pihak kelurga tidak berkenan akhirnya hanya dilakukan visum luar.” Katanya.
“Dari hasil visum RSUD dinyatakan murni bunuh diri karena dari kelaminnya keluar sperman, dan kotoran dari duburnya, serta air liur dari mulutnya.” Imbuh Kapolsek Yosowilangun.
Suhari menerangkan bahwa memang kelihatannya kakinya korban masih menempel pada papan namun itu sebenarnya papan licin.
“Tidak mungkin untuk jinjit karena papan itu licin dan ujung kaki secara maksimal dipastikan tidak menempel kepapan, dan untuk kursi kecil itu kelihatannya dipancal, waktu mati itu baru nempel ke kursi dan pihak keluarga sudah mengerti akan kejadian ini serta sudah memberikan surat pernyataan tidak akan ada tuntutan dikemudian hari.” Pungkasnya. (nzr/war)