JatimSidoarjo

ACARA HAUL GUS DUR YANG KE 10 DIMASJID AL QODIR DI HADIRI LINTAS AGAMA

Ibu nyai Dr. H. C. HJ. Shinta Nuriyah bersama segenap forum brigade gus Dur

Sidoarjo, Wartapos.id – Dalam haul K.H.Adulrahman Wahid atau yang di sebut Gus Dur yang ke 10,yang di adakan di masjid Al Qodir desa Wage Taman Sidoarjo. Acara haul Gus Dur yang di selenggarakan oleh komunitas Brigade Gud Dur dari Surabaya dan Sidoarjo sebagai nara sumber dalam taushiah kebangsaan, pukul 20.00 Wib ( 21/12 ) ibu Nyai Dr.HC. H.J Shinta Nuriyah Abdulrahman Wahid,tiba di tempat di awali dengan pembacaan Ayat suci Al Quran,kemudian di nyanyikan lagu Indonesia Raya,kemudian di lanjutkan dengan sambutan.Barisan Brigade Gus Dur sebagai panitia yang terdiri dari lintas agama,dan juga dari penghayat

kepercayaan,peringatan haul Gus Dur di hadiri oleh ribuan orang yang datang dari desa dan daerah untuk mengikuti acara haul Gus Dur.Turut hadir wakil Gubenur Jawa Timur Dr H. Emil Elestianto Dardak M.Sc ,perwakilan Kodam, Polda,Forpimda dan dari unsur perwakilan lintas agama juga hadir.

Peringatan ini sebenarnya di peringati setiap tahun oleh Brigade Gus Dur untuk mengenang perjuangan dan petuah Gus Dur. Ketika Koran Wartapos mengkonfirmasi ketua penyelenggara tempat dan juga salah satu pengurus Masjid Al Qodir,Ustads Moch Khoin “ ini adalah yang pertama kali di Masjid Al Qodir.

Haul Gus Dur yang ke 10 ini ,dengan ijin keluarga akhirnya peringatan haul ini dimotori Brigade Gus DUr Jawa Timur dengan di dukung 16 elemen By sponsor pecinta Gus Dur bisa terselenggara di Masjid AL Qodir ,Artinya peringatan haul ini adalah untuk meneruskan perjuangan yang di sampaikan Gus Dur di masa hidupnya “. Di sambung dengan thausiah kebangsaan oleh nara sumber ibu Nyai Dr.H.C.Hj Shinta Nuriyah, sebelum di awali sedikit curhat sebenarnya tujuan ibu Nyai adalah ke Bojonegoro namun oleh Brigade Gus Dur di suruh mampir mengisi thausiah walaupun hanya sebentar.

Mengawali thausiah ,seakan Gus Dur hadir pada malam ini,karena dengan semangat dan pemikirannya masih ada dan terus di gali dan terus di nyakini sampai sekarang di tengah anak bangsa. Masih katanya Gus Dur yang kita tahu banyak sebutannya, mulai bapak presiden RI yang ke 4, bapak Pluralisme, guru bangsa, Sorang Kyai,

Bapak demokrasi, bapak humanisme, tapi banyak orang tidak tahu bahwa Gus Dur adalah juga bapak cendikiawan dan budaya. Masih bilangnya budaya sangat penting dalam kehidupan masyarakat karena wali songo juga menggunakan budaya, dan saya katakan untuk pecinta Gus Dur, jangan ngaku pendukung Gus Dur bila pemikiran dan semangat dalam membela bangsa dan Negara harus di lakukan setiap hari oleh anak bangsa dan harus di amalkan jangan hanya di mulut doang! Itu yang harus di ingat dan di lanjutkan.

Karena keterbatasan waktu yang harus ke Bojonegoro bu Nyai Shinta Nuriyah mengahiri kultum kebangsaan dan di tutup doa, selesai sudah acara haul Gus Dur yang ke 10 semoga jiwa kebangsaan yang di perjuangkan Gus Dur selalu di hati anak bangsa. ( Rif/ yusuf )

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button