BangkalanJatim

Balitbangda Sosialisasikan Inovasi Pemanfaatan Sampah Plastik

Difusi teknologi Balitbangda

BANGKALAN, Wartapos.id – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bangkalan bekerjasama dengan Civitas akademika Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memperkenalkan inovasi Tekhnologi dalam pengelolaan sampah plastik. Sosialisasi yang mengusung tema “Pemanfaatan Limbah Sampah” tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang merupakan kader lingkungan diwilayahnya. Sosialisasi yang dilaksanakan di salah satu ruang kantor Balitbangda pada Selasa (22/10/2019) dibuka oleh Kepala Balitbangda Kabupaten Bangkalan, Drs. H.M. Hasanuddin Buhory, MM.

Dalam sambutannya, Hasanudin Buhory menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan difusi inovasi dan penerapan teknologi daerah tersebut dimaksudkan untuk membantu para kader lingkungan utamanya penggiat Bank Sampah dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan kembali melalui penggunaan teknologi.

“Ini merupakan apresiasi kami dan sekaligus terima kasih kepada para pecinta Lingkungan karena sedikit banyak akan bermanfaat nantinya,” tutur Hasan Buhory.

Setelah kegiatan sosialisasi dibuka, pembawa materi, Anis Arendra, ST, M. Eng dari UTM menyampaikan latar belakang dibuatnya mesin yang diberi nama “Press Machine Recycle HDPE plastik” tersebut sudah mengalami pengembangan atau evolusi baik dari generasi ke 1, generasi ke 2 dan memperkenalkan sistem pengering.

“Latar belakang dibuatnya alat-alat ini didasari oleh pemikiran mahasiswa yang berkeinginan merubah nilai jual Limbah plastik sehingga dapat mengurangi timbunan limbah plastik. Alat press ini dipergunakan untuk memproses tutup botol plastik yang HDPE agar pada saat di proses, plastik tersebut mudah dibentuk.” Papar Anis sembari menunjukkan contoh hasil produksi alat tersebut.

Dalam pemaparannya, plastik yang berjenis HDPE ♻️ yang dapat di proses menjadi berbagai bentuk sesuai cetakan yang telah disediakan. Beberapa bentuk seperti kursi, meja, wadah sound sistem (speaker aktif) telah dihasilkan oleh mahasiswa yang melaksanakan uji coba alat tersebut.

Dalam sesi tanya jawab dengan peserta sosialisasi, terungkap bahwa beban sampah semakin berat dan menjadi tanggung jawab bersama. Baik Dinas Lingkungan Hidup, Dinas terkait lainnya serta dibutuhkan peran serta masyarakat secara aktif. Dimulai dari pemilahan sampah berdasarkan jenisnya dalam rumah tangga sebelum sampah tersebut dibuang ke pembuangan sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) di wilayahnya masing-masing. Sehingga jika sudah terpilah sejak dari rumah tangga, pengelolaan sampah akan lebih mudah dan nyata. (San)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button