Kejaksaan Eksekusi Notaris Irwan Saat Berada Di Kantornya

BANGKALAN, Wartapos.id – Kejaksaan Negeri Bangkalan akhirnya mengeksekusi terpidana dalam kasus Pemalsuan Surat yang telah diputus pada tahun 2014. Irwan Yudhiyanto, SH di eksekusi oleh petugas Kejaksaan Negeri Bangkalan saat sedang berada di dalam kantornya yang terletak disalah satu komplek pertokoan, Jalan Pemuda Kaffa, Junok, Bangkalan pada Kamis (17/10/2019) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Bagian Intelijen, pengejaran petugas kejaksaan terhadap terpidana Irwan, dilakukan secara penuh lebih dari sebulan terakhir oleh jajaran intelijen, akhirnya membuahkan hasil dengan dieksekusinya Irwan hari ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan, Badrut Tamam, SH, MH kepada awak media sesaat setelah pelaksanaan eksekusi, menyampaikan bahwa eksekusi terhadap terpidana tersebut adalah kasus lama, ”Ini sudah lama, (kasus) ini tahun 2014 dan putusannya Oktober 2016, setelah kami melakukan stresing terhadap beberapa penanganan perkara yang belum dilakukan eksekusi, Inilah kami laksanakan (eksekusi) hari ini,” Paparnya.

Kajari yang akrab dipanggil Badrut, menyampaikan,”Pada hari ini, Kami baru saja melaksanakan eksekusi terhadap terpidana atas nama Irwan Yudhiyanto SH, pekerjaannya sebagai notaris, terkait dengan tindak pidana pemalsuan surat-surat sesuai dengan pasal 263 ayat 1 yang dilakukan secara berulang-ulang,” Jelasnya.

Badrut lantas melanjutkan keterangannya,”Dimana putusannya adalah sampai pada tingkat Mahkamah Agung atau pelaksanaan upaya hukum kasasi. Perkara ini bergulir sejak tahun 2014. Kami menerima didalam putusan PN Bangkalan diputus 1 tahun penjara, Dilakukan upaya hukum banding, Putusannya malah 1 tahun percobaan. Atas dasar itu, JPU melakukan upaya hukum kasasi, Putusannya adalah 2 tahun pidana penjara.” Ujarnya.

“Alhamdulillah dengan dibantu oleh jajaran intelijen, pelaksanaan eksekusi berjalan tertib dan lancar.” Imbuhnya yang kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan praktek keterkaitan terpidana,” Dia melakukan beberapa kali (pemalsuan surat) terhadap beberapa akte tanah, yang dilakukan sejak 2008 sampai 2009. Ini perkara sudah lama, tapi belum pernah dilakukan eksekusi. Yang penting, semua penegakan hukum harus berjalan.” Tutupnya mengakhiri keterangannya.

Kepala Seksi Pidana Umum, Choirul Arifin, SH menambahkan keterangan kepada awak media,”Sedikit tambahan, Napi atau Narapidana Irwan ini ada keterkaitan dengan nama H. Hadrawi, Mohamad Hariamin dan Ko Djunaidi Wibowo (Ko Cun), Alhamdulillah yang lainnya ini sudah di eksekusi karena memang penanganan perkaranya di split (dipisah) pada waktu itu.” Jelasnya. (SAN)