BangkalanJatim

Komisi D DPRD Bangkalan lakukan Monitoring random di 3 SMP Negeri

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan bersama Kepala SMPN 1 Socah, Bangkalan.

Bangkalan, Wartapos.id – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan yang memiliki tugas terkait pendidikan di Kabupaten Bangkalan, melaksanakan monitoring atau pemantauan terhadap sekolah yang telah mendapatkan bantuan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangkalan. Monitoring tersebut dilaksanakan pada Kamis (25/07/2019) pada 3 (tiga) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang diambil secara acak (Random Sampling).
Monitoring diawali dengan melihat kondisi fisik bangunan atau gedung SMPN 1 Socah, Kabupaten Bangkalan, ruang kelas yang direhab belum genap setahun dengan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp2001uta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 untuk tiga kelas tersebut terlihat ada yang mulai rusak.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan bersama Kepala SMPN 1 Socah, Bangkalan.

“Tadi pada saat mengkroscek, kami menemukan dinding yang sudah retak (rusak) padahal dinding tersebut baru direhap pada tahun 2018,” terang Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan, usai berkeliling melihat fisik bangunan atau gedung tersebut.

Nur Hasan meminta kepada pihak sekolah agar dinding yang mengalami kerusakan tersebut segera diperbaiki,”Kami sudah sampaikan kepada pihak sekolah agar memperbaiki dinding yang retak,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SMPN 1 Socah, Bangkalan, Heru Aliwardana menjelaskan, bahwa rehab bangunan sudah dilaksanakan dengan baik dan sudah sesuai dengan ketentuan (RAB) yang ada.

Heru Aliwardana menjelaskan bahwa dinding kelas yang rusak tersebut akibat pantulan bola saat anak-anak sekitar sekolah main bola. Bahkan, bukan hanya dinding, kadang kaca kelas juga mengalami kerusakan.

“Sekolah kami ini tidak ada pagamya, sehingga ketika orang kampung di sini main bola, maka sering bolanya itu kena ke dinding dan kaca. Jadi, kerusakan dinding itu bukan pengerjaan rehab yang tidak sesuai RAB, tetapi dikarenakan terkena bola,” dalihnya.

Nur Hasan lantas berpesan agar rehab bangunan di tahun 2019 ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi teknis agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

“Fungsi monitoring kami ini untuk memantau sejauh mana progres yang telah dilaksanakan oleh sekolah yang mendapat bantuan bersumber dari APBD, rata-rata kita pantau hari ini sudah 60% pengerjaan di tahun anggaran 2019 ini,” papar Nur Hasan.

Rombongan kemudian melanjutkan monitoring ke SMPN 1 Burneh dan terakhir menuju SMPN 2 Kwanyar. (San).

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button