Sidak Pasar Patok, Kapolres Tak Bisa Bedakan Sapi Hasil Kriminal Atau Bukan

Kapolres sidak pasar hewan patok lumajang

Lumajang Wartapos.id – AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH selaku Kapolres Lumajang memimpin langsung Tim Cobra Polres Lumajang untuk melakukan sidak di Pasar hewan ‘Pathok’  yang berada di Kecamatan Kota Lumajang. Hal ini adalah reaksi yang dilakukan oleh Polres Lumajang terkait masih adanya kasus pencurian sapi di wilayah Lumajang.

Dalam sidak tersebut, terpantau lebih dari 300 ekor sapi diperjual belikan di pasar tersebut. Namun petugas cukup kesulitan dalam mengidentifikasi apakah sapi tersebut hasil tindakan kriminal atau bukan karena setiap pemilik sapi tidak memerlukan dokumen apapun untuk menjual sapinya.

Melihat fakta ini, Kapolres pun mendatangi petugas yang berada di Pasar Pathok untuk menanyakan hal terkait. Ternyata setelah ditanya langsung oleh Kapolres, petugas hanya menyiapkan retribusi sebesar Rp. 3.500 kepada penjual apabila sapinya laku terjual. Dalam retribusi tersebut juga tidak ada pendataan sama sekali di pasar hewan terhadap sapi sapi yang telah laku terjual. Pembeli hanya diberikan semacam tanda telah bayar retribusi.

Tak sampai disitu, Kapolres yang berkomunikasi dengan salah satu pemilik sapi mengatakan, dahulu pernah ada kartu ternak yang dikeluarkan oleh pihak desa asal sapi tersebut. Namun lambat laun, kartu tersebut mulai tak dipergunakan oleh pemilik sapi hingga sekarang kartu tersebut benar benar lenyap.

Kapolres Lumajang mengatakan ia ingin mempelajari sistem penjualan yang ada di pasar agar dapat menanggulangi peredaran sapi hasil kriminalitas.

“Setelah saya menyidak pasar ini, saya benar benar tak bisa membedakan mana sapi hasil criminal ataupun sapi yang benar benar hasil ternak. Perlu adanya suatu sistem agar mempersempit peredaran sapi hasil tindakan criminal. Saya tadi mendengar informasi tentang adanya surat ternak dari desa, yang ternyata sekarang sudah tidak difungsikan. Saya akan berkomunikasi dengan pihak terkait apakah membuat suatu rancangan baru ataukah menyempurnakan surat ternak dari desa yang dulu pernah ada” Terang Arsal.(nzr/war*)